MarketNews.id-Emiten peralatan kesehatan di Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlahnya belum banyak dibanding emiten properti atau industri tekstil misalnya.
PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), hari ini secara resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke lima tercatat di BEI tahun ini. Debut EMMI diperdagangan perdana hari ini berjalan datar meski terjadi peningkatan harga sekitar 2-3 persen dari harga perdana.
Saat memulai transaksi perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) dibuka menguat 2,13 persen ke level 480 dari posisi penawaran 470 dan tidak berselang lama melesat ke level 585 atau setara dengan kenaikan sebesar 24,46 persen.
Pada pencacatan perdana saham hari ini (8/7), EMMI mampu bermain di zona hijau setelah dibuka pada level 480. Pada pukul 9.20 WIB, saham perusahaan alat kesehatan ini berada di level 565, sehingga nilai kapitalisasi pasar (market cap) meningkat menjadi Rp984 miliar dari sebelumnya Rp819,14 miliar.
Saat penawaran umum perdana saham (IPO), EMMI melepas saham ke publik sebanyak 522.857.000 lembar bernilai nominal Rp50 per saham atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Dengan harga penawaran dibanderol Rp470 per saham, maka perseroan berhasil menggalang dana publik di pasar primer mencapai Rp245,74 miliar.
Pada aksi korporasi ini, manajemen EMMI menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Ina Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.
Sebelumnya pada masa penawaran awal (book building) 22-24 Juni 2026, harga saham ditawarkan sekitar Rp446-Rp Rp515 per lembar, dengan harapan bisa menghimpun dana hingga maksimal Rp269,27 miliar.
Bersamaan dengan IPO, EMMI mengalokasikan sebesar 1,04 persen dari saham IPO atau sebanyak 5.447.300 saham untuk program alokasi saham kepada karyawan perseroan (Program ESA).
Saham ini akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya.
Rencananya, senilai Rp50 miliar dana hasil IPO –setelah dikurangi biaya-biaya emisi– akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang EMMI, sebesar 6,4 persen akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dalam bentuk pembiayaan belanja modal (capex) dan sekitar 72,3 persen untuk keperluan modal kerja EMMI.
“Hari ini kami resmi menjadi bagian dari keluarga besar emiten di Bursa Efek Indonesia. Status perusahaan terbuka akan mendorong kami untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi, dan mempercepat langkah kami dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri di Indonesia,” kata Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja di Gedung BEI Jakarta hari ini.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal