MarketNews.id-Bank Indonesia (BI), optimistik pertumbuhan kredit Perbankan sekitar 8-12 persen di tahun ini akan tercapai. Likuiditas perbankan juga kuat dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik sekitar 13,47 persen serta likuiditas longgar guna mendukung ekspansi Kredit.
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan sepanjang Mei mencapai 11,51 persen secara tahunan (y-o-y), meningkat dibandingkan April, yakni 9,98 persen. Kenaikan ini menunjukkan akselerasi penyaluran kredit di tengah kondisi likuiditas perbankan yang masih terjaga.
Berdasarkan kelompok penggunaan, seluruh segmen kredit mencatat pertumbuhan positif. Kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 21,95 persen (y-o-y), disusul kredit modal kerja 8,09 persen (y-o-y), serta kredit konsumsi yang tumbuh 5,89 persen (y-o-y).
Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, target pertumbuhan kredit nasional pada 2026 yang berada di kisaran 8-12 persen akan dapat tercapai.
“Kami yakin target pertumbuhan kredit 2026 sebesar 8-12 persen akan tetap tercapai,” ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis 18 Juni 2026.
Optimisme tersebut ditopang oleh masih besarnya potensi penyaluran kredit yang belum digunakan. Hingga Mei, fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) mencapai Rp2.576 triliun atau sekitar 22,41 persen dari total plafon kredit yang tersedia.
Dari sisi likuiditas, perbankan juga dinilai masih memiliki ruang ekspansi yang cukup besar. Hal ini tercermin dari rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) yang berada di level 24,74 persen, serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang masih kuat sebesar 13,47 persen (y-o-y).
BI juga menyoroti kondisi suku bunga perbankan yang relatif mendukung penyaluran kredit. Pada Mei, suku bunga kredit tercatat 8,72 persen, sementara suku bunga deposito 1 bulan berada di level 4,26 persen.
Selain itu, BI memastikan kesiapan untuk menjaga kecukupan likuiditas guna mendukung ekspansi kredit perbankan. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah operasi repo dengan tenor yang lebih fleksibel.
“Kami pastikan likuiditas lebih dari cukup, kami buka kembali repo dengan tenor 3, 6, 9 hingga 12 bulan,” ujar Perry.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal