MarketNews.id-Kinerja keuangan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dalam tiga bulan pertama tahun ini alami kerugian sebesar Rp716,93 miliar.
Penyebabnya, selama tiga bulan pertama, total beban melonjak hingga 61,7 persen atau sebesar Rp11,71 triliun, terutama dipengaruhi lonjakan beban penyusutan, beban infrastruktur serta beban penjualan dan pemasaran.
Berdasarkan laporan keuangan EXCL untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd ini mencatatkan pendapatan Rp11,82 triliun atau meningkat 37,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp8,6 triliun.
Namun, total beban (neto) selama tiga bulan pertama tahun ini tercatat membengkak 61,7 persen (year-on-year) menjadi Rp11,71 triliun, terutama dipengaruhi lonjakan beban penyusutan, beban infrastruktur, serta beban penjualan dan pemasaran.
Dengan demikian, pada Kuartal I-2026 perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp917,38 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Kuartal I-2025 yang masih mampu meraih laba sebelum pajak penghasilan Rp523,15 miliar.
Akibat adanya manfaat pajak penghasilan di 1Q26 senilai Rp201,11 miliar, maka rugi periode berjalan yang dicatatkan EXCL Rp716,27 miliar alias memburuk dibandingkan 1Q26 yang bisa membukukan laba periode berjalan sebesar Rp388,23 miliar.
Sementara itu, besaran rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp716,93 miliar atau berbanding terbalik dengan kinerja bottom line Kuartal I-2025 yang membukukan laba bersih Rp384,57 miliar.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas EXCL per 31 Maret 2026 tercatat Rp29,32 triliun atau menurun 2,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp30,01 triliun, dengan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya tersisa Rp320,96 miliar atau ambles 68,3 persen (year-to-date).
Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp82,53 triliun atau lebih rendah 3,3 persen (y-t-d).
Sehingga, total aset perseroan menjadi Rp111,85 triliun atau merosot 3 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp2,7 triliun atau meningkat 1,3 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 senilai Rp2,67 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal