MarketNews.id-PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) raih peringkat Triple A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia terhadap rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2026 (SR Bond I) senilai maksimum Rp730 miliar.
Peringkat yang diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kepada KETR, tidak lepas dari adanya jaminan dari dari GuarantCo.
Pada tahap awal, KETR akan menerbitkan obligasi senilai Rp220 miliar, yang akan digunakan untuk membangun jaringan telekomunikasi fiber-optic bawah laut dan darat serta buat modal kerja.
Pefindo menyebut peringkat dapat diturunkan jika GuarantCo alami penurunan peringkat atau terjadi pelanggaran perjanjian penjaminan.
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan dua analis Pefindo, Ayuningtyas Nur Paramitasari dan Adib Ibnu Yasa dalam laporannya yang dikirim melalui surat elektronik, Selasa 12 Mei 2026, peringkat idAAA mencerminkan penjaminan penuh dan bersifat tanpa syarat, tidak dapat ditarik kembali dari GuarantCo sebagai penjamin.
Pada rencana SR Bond I, KETR akan melakukan penerbitan Tahap I senilai Rp220 miliar, yang perolehan dananya akan digunakan untuk pembangunan atau pengembangan jaringan telekomunikasi fiber-optic, baik bawah laut maupun darat.
Selain itu, sebagian dana penerbitan surat utang akan dimanfaatkan untuk modal kerja kegiatan usaha jasa pemeliharaan yang dilakukan KETR dan entitas anak.
Ayuningtyas menyampaikan, peringkat Efek utang tersebut bisa diturunkan, jika peringkat atas penjamin diturunkan atau terdapat pelanggaran terhadap perjanjian penjaminan yang berpotensi terjadinya pengakhiran penjaminan.
Sementara itu, saat ini GuarantCo memiliki peringkat idAAA (Triple A), dengan outlook Stabil.
Seperti diketahui, KETR merupakan perusahaan penyedia infrastruktur jaringan telekomunikasi dengan dua entitas anak, PT Jejaring Mitra Persada yang memberikan jasa pengembang (developer) untuk sistem kabel serat optic. Dan PT Triasmitra Multiniaga Internasional yang memberikan layanan pemeliharaan, patroli laut dan darat, serta pusat data dan kolokasi.
Sebagai induk perusahaan, Triasmitra memberikan layanan kontraktor untuk infrastruktur jaringan darat dan laut.
Per 31 Oktober 2025, pemegang saham Triasmitra adalah PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara (56,53%), PT Gema Lintas Benua (26,93%), PT Bahtera Bintang Nusantara (4,91%), Petrus Sartono (1,00%) dan publik (10,63%). Adapun pemegang saham akhir adalah Joy Wahjudi.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal