MarketNews.id-Sepanjang kuartal pertama tahun ini, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSGN) catatkan kinerja positif. Laba bersih yang berhasil dihimpun naik 15 persen jadi Rp421,35 miliar lantaran efisiensi biaya keuangan.
Sementara arus kas operasi menguat jadi Rp513,81 miliar yang menandakan likuiditas yang sehat. Sedangkan ekuitas perseroan naik jadi Rp12,06 triliun yang mencerminkan akumulasi laba dan stabilitas finansial.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), mencatat peningkatan laba bersih konsolidasian menjadi Rp421,35 miliar pada periode yang berakhir 31 Maret 2026. Capaian ini naik 15 persen dibandingkan Rp366,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengacu pada laporan keuangan perusahaan, Senin 27 April 2026 untuk laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp430,44 miliar. Sementara untuk laba bersih non pengendali minus Rp9,08 miliar.
Untuk pendapatan perusahaan tumbuh 7,7 persen menjadi Rp2,89 triliun dari Rp2,68 triliun pada tahun sebelumnya. Meski beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp2,08 triliun dari Rp1,88 triliun, margin laba bruto tetap terjaga di level Rp809,5 miliar, naik tipis dari Rp793,9 miliar.
Hal ini menandakan bahwa upaya deleveraging telah membuahkan hasil dengan turunnya biaya bunga pinjaman yang berdampak pada peningkatan laba perseroan.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan bahwa segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan.
Penjualan CPO meningkat 18 persen namun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) turun sekitar 3 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Meskipun demikian, segmen kelapa sawit tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pada periode ini.
“Perseroan menyiapkan berbagai langkah startegis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000an hektar,” jelas Andrianto dalam keterangannya.
Dari sisi operasional, DSN Group mencatat laba operasi sebesar Rp616,41 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp616,67 miliar tahun lalu. Namun, beban keuangan turun tajam dari Rp139,92 miliar menjadi Rp81,45 miliar, menandakan penurunan beban bunga dan pengelolaan utang yang lebih efisien.
EBITDA perusahaan juga meningkat menjadi Rp863,09 miliar, sedikit lebih tinggi dari Rp861,23 miliar tahun sebelumnya. Untuk laba per saham dasar naik dari Rp34,73 menjadi Rp40,61 per lembar.
Arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan penguatan dengan kas neto sebesar Rp513,81 miliar, naik dari Rp502,03 miliar pada periode sebelumnya.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan penerimaan dari pelanggan dan efisiensi pembayaran bunga serta pajak penghasilan.
Sementara itu, arus kas investasi dan pendanaan masing-masing mencatat arus keluar Rp229,24 miliar dan Rp241,41 miliar, mencerminkan aktivitas ekspansi dan pembayaran utang yang terukur.
Dari sisi posisi keuangan, total aset DSN Group per 31 Maret 2026 mencapai Rp17,76 triliun, naik tipis dari Rp17,62 triliun pada akhir 2025.
Ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp12,06 triliun dari Rp11,64 triliun, didukung oleh kenaikan saldo laba belum ditentukan penggunaannya yang mencapai Rp8,46 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal