Home / Otoritas / Bank Indonesia / Danantara Akan Fokus Investasi Dan Gaet Dana Di Timur Tengah

Danantara Akan Fokus Investasi Dan Gaet Dana Di Timur Tengah

MarketNews.id- Danantara belakangan ini fokus investasi di Timur Tengah meskipun konflik Iran – AS Israel masih berlangsung. Langkah di atas dilakukan sebagai perluasan kemitraan global untuk dorang investasi masuk ke Indonesia. Sedangkan fokus investasi diarahkan ke bisnis energi dan mineral kritis.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperkuat eksposur investasi di kawasan tersebut, khususnya di Mekkah.

Menurutnya, pembukaan akses investasi di Arab Saudi menjadi peluang besar dengan prospek jangka panjang yang menarik.

Sebelumnya, Danantara telah membeli lahan dan hotel di kota tersebut–menjadi salah satu investasi luar negeri perdana mereka. Selain itu, dana ini juga aktif menyalurkan modal ke BUMN Indonesia serta menunjuk manajer investasi untuk mengelola sebagian portofolionya.

Untuk tahun 2026, Danantara berencana menggelontorkan dana sekitar US$14 miliar ke berbagai kelas aset. Pandu menyebut bahwa dalam kondisi global saat ini, arah investasi kemungkinan akan lebih condong ke sektor ketahanan energi, seiring meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung pertumbuhan kecerdasan buatan dan infrastruktur digital. Selain itu, sektor mineral kritis juga menjadi prioritas.

Ia menilai dampak konflik Timur Tengah akan berlangsung cukup lama. Bahkan jika perang berakhir dalam waktu dekat, efeknya terhadap ekonomi global diperkirakan masih terasa hingga 9-12 bulan ke depan.

Dalam hal kemitraan global, Danantara tengah bekerja sama dengan China Investment Corporation untuk menghimpun modal investasi yang akan disalurkan ke berbagai manajer dana, yang pada akhirnya diharapkan memberikan manfaat bagi Indonesia. Kedua pihak disebut akan mengalokasikan masing-masing sekitar US$500 juta.

Selain itu, Danantara juga menjalin kerja sama serupa dengan Qatar Investment Authority untuk investasi di sektor properti di Indonesia. Sementara itu, kerja sama dengan Russian Direct Investment Fund yang diumumkan tahun lalu masih belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Moskow dan berdiskusi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait kerja sama ekonomi dan ketahanan energi.

Pandu menilai dinamika global yang berubah turut membuka peluang baru dalam hubungan dengan Rusia, meski masih membutuhkan tindak lanjut konkret dalam bentuk kesepakatan investasi.

Check Also

IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas Secara Berkelanjutan

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), mengapresiasi kinerja PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sepanjang 2025 yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *