MarketNews.id-Bank Indonesia (BI) optimistik ketahanan eksternal tetap kuat berkat cadangan devisa (Cadev) yang memadai dan aliran modal asing yang positif.
Meski alami penurunan cadev sebesar USD3,7 miliar, posisi cadev sebesar USD 148,2 miliar, setara dengan pembiayaan impor enam bulan atau 5,8 bulan dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Posisi Cadev RI masih tinggi dan melampaui standar internasional sekitar tiga bulan impor.
Bank Indonesia (BI), menyatakan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Maret 2026 berada di USD148,2 miliar, menyusut USD 3,7 miliar dari posisi akhir Februari 2026 yang mencapai USD151,9 miliar.
Penurunan antara lain karena operasi intervensi bank sentral di pasar uang demi menahan laju penurunan nilai tukar rupiah.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan meski turun, BI menegaskan bahwa level cadev tersebut masih tergolong tinggi dan memadai untuk menjaga ketahanan sektor eksternal serta tetap berada pada tingkat yang aman.
Penurunan ini dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Di sisi lain, BI juga melakukan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global.
“Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6 bulan impor, atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar internasional sekitar 3 bulan impor,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu menopang ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Menghadapi ketidakpastian global, BI memastikan koordinasi kebijakan terus diperkuat.
“Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai dan aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor,” tambah Ramdan.
Bank Indonesia juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan sinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal