Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Penjualan ULTJ Turun, Tapi Laba Sebelum Pajak Justru Naik 15,93 Persen Jadi Rp1,75 Triliun Di 2025

Penjualan ULTJ Turun, Tapi Laba Sebelum Pajak Justru Naik 15,93 Persen Jadi Rp1,75 Triliun Di 2025

MarketNews.id-Meskipun sepanjang 2025 PT Ultra Jaya Tbk (ULTJ) alami penurunan penjualan hingga 1,2 persen, tapi perusahaan minuman dalam kemasan ini tetap mampu menghasilakan laba.

Peningkatan laba lebih banyak didukung oleh beban usaha yang menurun sebesar 21,58 persen Jadi Rp1,27 triliun dari sebelumnya Rp1,62 Triliun.
Sementara aset perseroan tumbuh 9,36 persen jadi Rp9,25 triliun dan ekuitas naik 11,98 persen jadi Rp8,32 triliun.

Kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menunjukkan perbaikan profitabilitas sepanjang 2025 meski penjualan mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/ yoy).

Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian, Senin (9/3), perseroan membukukan penjualan sebesar Rp8,77 triliun pada 2025, turun 1,20 persen yoy dibandingkan Rp8,87 triliun pada 2024. Untuk beban pokok penjualan sebesar Rp5,89 triliun dari semula Rp5,85 triliun.

Untuk laba bruto sebesar Rp2,87 triliun atau turun dari sebelumnya Rp3,02 triliun, setara penurunan 5,03 persen yoy.

Di sisi biaya, perseroan mencatat beban usaha sebesar Rp1,27 triliun, turun 21,58 persen dibandingkan Rp1,62 triliun pada 2024.

Penurunan beban ini turut mendorong perbaikan laba usaha, yang tercatat Rp1,68 triliun pada 2025, meningkat 16,36 persen dibandingkan Rp1,45 triliun pada tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut juga tercermin pada laba sebelum pajak yang mencapai Rp1,75 triliun, naik 16 persen yoy dari Rp1,51 triliun pada 2024.

Setelah memperhitungkan beban pajak, perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,35 triliun pada 2025 atau meningkat dari periode sebelumnya Rp1,14 triliun.

Untuk laba per saham dasar sebesar Rp130 dari sebelumya Rp109 per lembar. Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp9,25 triliun per akhir 2025, naik 9,36 persen yoy dibandingkan Rp8,46 triliun pada akhir 2024.

Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp937,01 miliar dari sebelumnya Rp1,03 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, total ekuitas meningkat menjadi Rp8,32 triliun, tumbuh 11,98 persen yoy dibandingkan Rp7,43 triliun pada 2024.

Peningkatan ekuitas tersebut terutama ditopang oleh akumulasi laba berjalan selama tahun 2025. Untuk kas dan setara kas pada akhir 2025 sebesar Rp3,16 triliun dari sebelumnya Rp2,43 triliun.

M Rizki A

Check Also

Apresiasi IMF Dan Investor Global Atas Kinerja Ekonomi RI, Momentum Perkuat Kedaulatan RI

MarketNews.id- Apresiasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor global yang menempatkan Indonesia sebagai salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *