Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Laba Bersih LPKR Anljok Dari Rp18,75 Triliun Jadi Rp 469,5 Miliar Di 2025

Laba Bersih LPKR Anljok Dari Rp18,75 Triliun Jadi Rp 469,5 Miliar Di 2025

MarketNews.id-Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), sepanjang tahun 2025 lalu alami penurunan signifikan. Turunnya pendapatan, melemahnya profitabilitas dan berkurangnya jumlah kas jadi penyebab berkurang nya laba bersih yang diraih oleh perusahaan milik Lippo Grup.

Dari sisi operasional laba usaha LPKR alami penurunan tajam dari Rp20,28 Triliun menjadi Rp655,3 miliar. Perseroan dalam tahun 2025 tidak mencatatkan pos penghasilan lainnya yang tidak berulang sebesar Rp21,6 Triliun seperti yang terjadi di tahun 2024.

Dalam laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan pada Senin 2 Maret 2026, emiten properti tersebut membukukan pendapatan Rp9,03 triliun, menurun 21,5 persen dari tahun 2024 (year on year/ yoy) yang mencapai Rp11,50 triliun.

Setelah dikurangi beban pajak final, pendapatan neto tercatat Rp8,84 triliun, juga turun dibandingkan Rp11,35 triliun pada tahun sebelumnya, setara penurunan 22,1 persen yoy.

Penurunan pendapatan ini turut menekan laba bruto yang turun dari Rp4,79 triliun menjadi Rp2,98 triliun atau merosot sekitar 37,8 persen yoy.

Dari sisi operasional, laba usaha LPKR turun tajam menjadi Rp655,3 miliar sepanjang 2025. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan laba usaha tahun 2024 yang mencapai Rp20,28 triliun, karena pada 2024 perseroan mencatatkan pos penghasilan lainnya yang tidak berulang sebesar Rp21,6 triliun.

Melemahnya kinerja operasional tersebut diikuti penurunan laba sebelum pajak dari Rp19,09 triliun pada 2024 menjadi Rp670,2 miliar pada 2025, atau anjlok lebih dari 96,7 persen.

Pada akhirnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun drastis dari Rp18,75 triliun menjadi Rp469,5 miliar pada 2025. Penurunan ini juga tercermin pada laba per saham dasar yang merosot dari Rp264,49 menjadi hanya Rp6,62 per lembar saham.

Di sisi neraca, total aset konsolidasian mencapai Rp49,25 triliun per akhir 2025 atau turun sekitar 8,4 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp53,78 triliun. Penurunan terbesar berasal dari kas dan setara kas yang turun signifikan dari Rp5,33 triliun menjadi Rp1,96 triliun atau merosot 63,3 persen yoy.

Di sisi lain, liabilitas perusahaan berhasil ditekan turun dari Rp22,84 triliun menjadi Rp18,20 triliun, dipengaruhi pelunasan obligasi, penurunan liabilitas kontrak, dan pembayaran beberapa utang bank. Dengan penurunan liabilitas tersebut, total ekuitas perseroan tetap meningkat tipis menjadi Rp31,05 triliun dari sebelumnya Rp30,95 triliun.

Kinerja arus kas perusahaan juga mengalami tekanan berat. Arus kas dari aktivitas operasi mencatat defisit sebesar Rp1,63 triliun, berbalik dari posisi positif Rp1,74 triliun pada 2024.

Penurunan ini terutama disebabkan menurunnya penerimaan pelanggan serta meningkatnya pembayaran kepada pemasok dan karyawan.

Kas yang diperoleh dari aktivitas investasi pun mencatat arus kas negatif Rp856,2 miliar, setelah pada 2024 justru memberikan arus kas positif yang sangat besar akibat transaksi divestasi sebesar Rp9,37 triliun.

Dari aktivitas pendanaan, arus kas juga tercatat negatif Rp885,9 miliar karena pelunasan utang obligasi, pembayaran liabilitas sewa, serta pembayaran dividen kepada kepentingan nonpengendali. Secara keseluruhan, kas dan setara kas LPKR berkurang Rp3,38 triliun sepanjang 2025.

Check Also

Belajar Dari Perang Rusia-Ukraina, APBN Masih Bisa Terjaga Di Tengah Memanas Timur Tengah

MarketNews.id- Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran saat ini mengguncang pasar energi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *