MarketNews.id-Bisnis komponen otomotif khususnya buat kendaraan roda dua sudah menggeliat di sepanjang 2025 lalu. PT Drama Polimetal Tbk (DRMA) sebagai emiten manufaktur komponen otomotif berhasil bukukan penjualan sebesar Rp 5,9 triliun dimana 62 persen berasal dari penjualan komponen kendaraan roda dua.
Tahun 2026 ini DRMA target penjualan akan tumbuh 10 persen didukung oleh diversifikasi produk diantaranya adalah baterai listrik buat kendaraan roda dua.
President Direktur DRMA, Irianto Santoso menjelaskan bahwa diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja positif yang dicapai di tahun lalu. Melalui strategi tersebut, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 8 persen di tahun 2025, jauh melampaui kinerja industri otomotif domestik yang justru mengalami pelemahan.
Dalam pencapaian ini, segmen roda dua (2W) kembali menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 62 persen dari total penjualan DRMA sepanjang 2025.
Sementara segmen roda empat (4W) yang sempat mengalami perlambatan seiring dengan penurunan penjualan industri otomotif, telah mulai menunjukkan tanda pemulihan sejak kuartal III 2025.
Kinerja penjualan yang solid tersebut membuat DRMA mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp664,4 miliar, atau Rp613,5 miliar setelah penyesuaian negative goodwill .
“Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis inti Perseroan,” kata Irianto dalam keterangannya, Jumat 13 Maret 2026.
Sebagai bagian dari upaya diversifikasi bisnis, DRMA telah mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia senilai Rp41 miliar pada akhir November 2025.
Akuisisi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur dan memperluas lini produk komponen kendaraan roda empat ini tentu saja akan semakin memperkuat portofolio bisnis DRMA.
Di luar bisnis inti otomotif, perseroan juga terus mengembangkan peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan.
Termasuk di antaranya adalah pengembangan auxiliary battery Lithium 12V yang sudah tersedia dalam varian 12V 6Ah dan 12V 3,5Ah, yang dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor serta Battery Energy Storage System (BESS) sebagai potensi pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan melihat kinerja tahun 2025 yang meyakinkan tersebut, pada tahun 2026 ini perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan 10 persen.
Untuk meraih target tersebut, perseroan telah menyiapkan berbagai langkah yang mendukung, antara lain adalah peluncuran produk baru, ekspansi pasar, serta penguatan kapabilitas manufaktur.
“Dengan penerapan strategi diversifikasi produk dan penguatan kapabilitas manufaktur ini, kami optimistis akan dapat menjaga pertumbuhan DRMA yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kompetitif di industri otomotif,” pungkas Irianto.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal