MarketNews.id-Kegaduhan yang Dibuat MSCI beberapa hari lalu sudah berimbas pada jualan obligasi pemerintah. Permintaan obligasi Pemerintah turun ke level terendah sejak kegaduhan yang dibuat MSCI.
Meskipun lelang surat utang senilai Rp36 triliun melampaui target, rasio bid-to-target anjlok ke 2,32 dan investor asing mencatat penjualan bersih USD202 juta.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan melaporkan bahwa penjualan surat utang pemerintah senilai Rp36 triliun pada lelang Selasa kemarin, lebih tinggi dari target indikatif.
Namun, berdasarkan data Bloomberg, rasio penawaran terhadap target ( bid-to-target ratio ) turun menjadi 2,32, terendah dalam setahun.
Bloomberg juga mencatat, investor asing mencatatkan penjualan bersih obligasi Indonesia sebesar USD202 juta pada Rabu dan Kamis, pekan lalu, sebelum pemerintah bergerak cepat mengumumkan rencana reformasi pasar untuk meredam gejolak dan menarik kembali arus masuk dana ke pasar obligasi.
Bloomberg menyebutkan obligasi Indonesia sebelumnya juga sudah tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran atas disiplin fiskal domestik, pelemahan nilai tukar rupiah, serta independensi bank sentral setelah pengangkatan keponakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai wakil gubernur bank sentral.
Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun telah naik sekitar 25 basis poin sepanjang tahun ini menjadi sekitar 6,31 persen.
Menjawab kekhawatiran terhadap disiplin fiskal Indonesia, Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mematuhi aturan pembatasan defisit fiskal maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
“Jaminan dari Menteri Keuangan bahwa batas defisit akan dipertahankan dan kecil kemungkinan terulangnya skema burden sharing seperti pada 2021, seharusnya membantu menahan kenaikan imbal hasil,” ujar Radhika Rao, ekonom senior di DBS Bank Ltd, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (4/2).
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal