MarketNews.id-Di sektor pembiayaan internal perusahaan, menerbitkan surat utang baru untuk melunasi utang lama yang akan jatuh tempo, merupakan praktik bisnis yang normal atau wajar.
Sejauh surat utang baru yang diterbitkan laris di pasar, dapat jadi indikasi bahwa obligor memiliki kinerja mumpuni dan dapat dipercaya.
Disisi lain ada juga obligor yang sudah menyiapkan dana buat melunasi obligasi lama yang bakal jatuh Tempo.
PT Indah Kuat Pulp & Paper Tbk (INKP), pilih cara kedua, sudah menyiapkan dana internal bakal melunasi obligasi yang akan jatuh tempo senilai Rp1 Triliun dan USD125 Ribu pada Maret 2026 mendatang.
Surat Utang yang diterbitkan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) segera jatuh tempo pada Maret 2026. Besaran nilai utang yang menjadi tanggungan perusahaan untuk membayar sesuai jadwal dalam rupiah lebih dari Rp1 triliun dan dalam mata uang dolar senilai USD125 ribu.
Berdasarkan laporan PEFINDO, Kamis 12 Februari 2026 instrumen yang akan jatuh tempo meliputi Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2025 Seri A senilai Rp570,79 miliar. Jatuh tempo pada 22 Maret 2026.
Kemudian Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2021 Seri C senilai Rp277,07 miliar dengan jadwal jatuh tempo pada 23 Maret 2026.
Lalu Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2025 Seri A senilai Rp532,93 miliar dengan jatuh tempo pada 22 Maret 2026. Selanjutnya Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2025 Seri A senilai USD125 ribu jatuh tempo pada 22 Maret 2026.
Perusahaan berencana melunasi seluruh kewajiban tersebut menggunakan dana internal. Posisi kas per akhir September 2025 tercatat sebesar USD1,95 miliar, yang dinilai cukup untuk menutup kebutuhan pembayaran utang.
Semua instrumen tersebut surat utang tersebut mendapat peringkat “idA+” dari PEFINDO. Ini mencerminkan keyakinan terhadap kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansialnya secara penuh dan tepat waktu.
M Rizki. A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal