Home / Korporasi / BUMN / Bank BNI Catatkan Pertumbuhan kredit Sebesar 15,9 Persen Dengan Laba Bersih Rp 20 Triliun Di 2025

Bank BNI Catatkan Pertumbuhan kredit Sebesar 15,9 Persen Dengan Laba Bersih Rp 20 Triliun Di 2025

MarketNews.id-Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), catat kinerja positif sepanjang 2025 lalu. Kredit tumbuh hingga 15,9 persen didukung dengan CASA naik hingga 28,9 persen serta, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp197 triliun atau sekitar 22 persen dari total kredit yang disalurkan. Sementara laba yang diraih tembus Rp20 triliun di 2025.

BBNI menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang solid di tengah tekanan eksternal berupa volatilitas global dan penyesuaian kebijakan moneter.

Perseroan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 15,9 persen secara tahunan (YoY), didukung oleh penguatan pendanaan berbasis dana murah (CASA) dan perbaikan kualitas aset yang konsisten.

Direktur Utama BBNI Putrama Wahju Setyawan menegaskan, bahwa capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis BBNI. Pertumbuhan ini juga didukung oleh ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif.

“Sepanjang 2025 kami menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan, mulai dari volatilitas global hingga penyesuaian suku bunga. Namun kami mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan fokus pada pendanaan yang kuat, disiplin risiko, serta ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif,” ujar Wahju dalam keterangan resminya, Selasa 3 Februari 2026.

Putrama menambahkan, bahwa transformasi BBNI tidak hanya berfokus pada penguatan teknologi, tetapi juga mencakup penguatan organisasi dan peningkatan produktivitas secara menyeluruh.

Upaya tersebut dijalankan melalui peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, optimalisasi jaringan kantor dan pemanfaatan data analytics, serta penguatan platform digital guna meningkatkan kualitas layanan dan customer experience secara berkelanjutan.

Dalam kerangka strategi transformasi digital, BBNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai personal transaction platform. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 12 juta pengguna, dengan tingkat keaktifan transaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan platform sebelumnya.

“Peningkatan engagement nasabah ini turut berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA,” ujarnya.

Selain itu, BBNI juga menyempurnakan platform BNIdirect yang mencakup layanan Cash Management, Trade Finance, Bank Guarantee, dan Supply Chain Financing untuk segmen korporasi dan bisnis.

Sepanjang 2025, BNIdirect mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25 persen YoY, yang berkontribusi langsung terhadap penguatan dana giro korporasi.

Sementara itu, Direktur Finance & Strategy BBNI Hussein Paolo Kartadjoemena menekankan pentingnya diversifikasi kredit dalam menjaga kualitas portofolio. Perseroan juga memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menyalurkan pembiayaan hijau senilai Rp197 triliun, setara 22 persen dari total kredit.

“Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global,” jelasnya.

Di kuartal IV tahun 2025, BBNI berhasil membukukan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan ( PPOP ) Rp9,4 triliun. Pencapaian PPOP ini merupakan tertinggi dibandingkan dengan tiga kuartal sebelumnya.

Akselerasi PPOP di kuartal IV ini disupport dari pertumbuhan net interest income (NII) dan fee based income (FBI).

Secara kumulatif 2025, NII dibukukan sebesar Rp40,3 triliun. Sementara pendapatan non bunga tumbuh 5,2 persen YoY menjadi Rp24,6 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi melalui digital channel, treasury, trade finance, serta peningkatan produktivitas cabang.

Dari sisi kualitas aset, BBNI mencatatkan perbaikan berkelanjutan yang tercermin dari penurunan rasio non-performing loan (NPL) dan Loan at Risk (LaR).

NPL bruto tercatat sebesar 1,9 persen atau membaik 10bps YoY, sementara Loan at Risk (LaR) 8,5 persen atau membaik 1,8 persen YoY, mencerminkan penurunan eksposur risiko kredit secara menyeluruh dan sudah kembali ke kondisi sebelum pandemi.

Di sisi lain, NPL coverage ratio mencapai 205,5 persen dan LaR coverage ratio mencapai 46,9 persen, menunjukkan tingkat pencadangan yang kuat dan prudent dalam mengantisipasi potensi tekanan risiko ke depan.

Kami terus memperkuat proses underwriting, pemantauan portofolio secara granular, serta penanganan kredit bermasalah secara dini. Pemanfaatan data analytics dan early warning system menjadi kunci untuk menjaga kualitas aset tetap terkendali, jelas Paolo.

Dengan kombinasi pertumbuhan kredit, pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang membaik, BBNI berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20 triliun sepanjang 2025.

Check Also

Sepekan Perdagangan Saham Di BEI Indeks Naik 2,35 Persen Ke Level 7.634

MarketNews.id-Perdagangan saham Di Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam sepekan terakhir catatkan kinerja positif. Seluruh indikator …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *