MarketNews.id-Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Outlook Ekonomi dan Perpajakan Indonesia 2026: Tata Kelola dan Implikasi bagi Dunia Usaha” di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/1).
Kegiatan ini merupakan program kerja Kompartemen Akuntan Sektor Bisnis (KASB) dan Kompartemen Akuntan Perpajakan (KAPj) IAI yang diselenggarakan bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia.
Seminar ini digelar untuk merespons dinamika ekonomi global dan domestik yang semakin kompleks, penyesuaian kebijakan fiskal, serta transformasi sistem perpajakan nasional yang berdampak langsung pada tata kelola dan strategi dunia usaha.
Melalui forum ini, IAI menegaskan perannya sebagai asosiasi profesi akuntan yang mendukung program pemerintah di bidang perpajakan dengan mendorong kepatuhan sukarela, transparansi, dan keberlanjutan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–17.00 WIB ini menghadirkan pembuat kebijakan, ekonom, dan praktisi korporasi. Hadir sebagai narasumber Bimo Wijayanto, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, yang menyampaikan arah kebijakan dan administrasi perpajakan 2026, termasuk penguatan basis pajak, kepastian hukum, serta implementasi sistem Coretax dan integrasinya dengan Customs–Excise Information System and Automation (CEISA) pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dari perspektif makro, Fithra Faisal Hastiadi, Senior Macro Strategist PT Samuel Sekuritas Indonesia, memaparkan outlook ekonomi global dan nasional 2026, tantangan yang dihadapi, serta peluang strategis bagi dunia usaha.
Sementara itu, perspektif korporasi disampaikan oleh Ivan Budiarnawan, Senior Chief Group Tax PT Astra International Tbk, yang mengulas tata kelola dan strategi perpajakan perusahaan dalam merespons dinamika kebijakan.
Ketua KAPj IAI Prof. John Hutagaol menegaskan, kebijakan perpajakan merupakan kontrak sosial yang mencerminkan hubungan kepercayaan antara negara dan dunia usaha.
“Outlook perpajakan 2026 menunjukkan penekanan pada integrasi data, pengawasan berbasis risiko, serta keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan daya saing dunia usaha.
Peran akuntan perpajakan menjadi semakin krusial untuk membantu manajemen mengambil keputusan yang prudent, patuh, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KASB IAI I Gede Nyoman Yetna menilai seminar ini relevan dengan kebutuhan pimpinan perusahaan dan pasar modal. “Isu ekonomi, bisnis, dan perpajakan tidak lagi dapat dipisahkan dalam praktik tata kelola korporasi modern.
Forum ini dirancang berbasis kebutuhan CEO dan CFO agar pengambilan keputusan strategis, manajemen risiko, dan kepercayaan investor dapat diperkuat secara nyata,” katanya.
Seminar ini diikuti oleh CEO/CFO perusahaan tercatat, akuntan profesional, praktisi, pemangku kepentingan, dan publik, serta disiarkan langsung melalui YouTube IAI untuk memperluas akses dan dampak diskusi. Melalui kegiatan ini, IAI berharap terbangun dialog strategis yang
konstruktif antara pembuat kebijakan, dunia usaha, dan profesi akuntan guna memperkuat tata kelola korporasi dan sistem perpajakan nasional yang kredibel serta berorientasi jangka panjang.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal