Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / FOLK : Tidak Ada Informasi Material Yang Belum Diungkapkan Ke Publik

FOLK : Tidak Ada Informasi Material Yang Belum Diungkapkan Ke Publik

MarketNews.id-PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), memberikan penjelasan kepada otoritas bursa sepanjang 2025 ini, aktivitas bisnis berjalan normal, tanpa pergeseran pasar yang material, meski dihadapkan pada tantangan saya beli konsumen yang moderat.

Manajemen FOLK juga menjelaskan, perusahaan fokus pada penguatan sinergi antarlini usaha dan efisiensi operasional untuk mengootimalkan bisnis eksisting sepanjang 2025.

Artinya, hingga saat ini perseroan menegaskan tidak melakukan aksi korporasi, kontrak baru, maupun informasi material yang belum diungkap ke publik.

FOLK menetapkan strategi bisnis sepanjang 2025 dengan menitik beratkan pada penguatan sinergi antarlini usaha dan peningkatan efisiensi operasional, seiring belum adanya transaksi atau informasi material yang berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan.

Manajemen FOLK menyampaikan, bahwa hingga saat ini tidak terdapat aksi korporasi, perolehan kontrak baru, maupun sumber pendapatan material yang belum diungkapkan kepada publik.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditandatangani Direktur Utama FOLK, Danny Sutradewa, pada Kamis 18 Desember 2025.

Perseroan menegaskan bahwa setelah periode laporan keuangan terakhir, kegiatan usaha masih berjalan normal sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.

Fokus utama manajemen diarahkan pada optimalisasi bisnis eksisting melalui penguatan model usaha, pemanfaatan aset secara lebih efisien, serta peningkatan kolaborasi antarentitas dalam grup.

Menghadapi 2025, FOLK terus melakukan penjajakan terhadap peluang investasi dan pengembangan bisnis yang sejalan dengan ekosistem perseroan.

Namun demikian, manajemen menekankan bahwa hingga tanggal keterbukaan informasi, belum terdapat keputusan yang bersifat final dan mengikat yang dapat dikategorikan sebagai transaksi material.

Dari sisi eksternal, perseroan mengakui adanya tantangan makroekonomi, khususnya terkait daya beli masyarakat yang cenderung moderat dan sikap konsumen yang lebih selektif dalam belanja non-esensial.

Meski demikian, FOLK melihat adanya peluang dari stabilitas inflasi, potensi penurunan suku bunga acuan yang saat ini berada di level 4,75 persen, serta meningkatnya kebutuhan terhadap konten dan layanan berbasis media.

Terkait kondisi persaingan, manajemen menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat pergeseran pangsa pasar yang berdampak material terhadap kinerja keuangan perseroan.

Sebagai perusahaan holding, FOLK memantau dinamika persaingan di tingkat entitas anak sesuai dengan karakteristik masing-masing segmen usaha.

M Rizki A

Check Also

Apresiasi IMF Dan Investor Global Atas Kinerja Ekonomi RI, Momentum Perkuat Kedaulatan RI

MarketNews.id- Apresiasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor global yang menempatkan Indonesia sebagai salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *