MarketNews.id-PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam sembilan bulan terkahir masih mempertahankan kinerja positifnya meski alami penurunan pendapatan yang berdampak pada turunnya laba bersih perseroan hingga 76,1 Persen.
Laporan keuangan hingga September 2025 yang belum diaudit memperlihatkan BUMI Konsisten terapkan disiplin operasional dan keberlanjutan upaya efisiensi biaya di tengah fluktuasi harga komoditas global.
BUMI mengumumkan hasil keuangan tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025.
Berdasarkan kinerja keuangan yang mengacu pada PSAK 111, pendapatan emiten Grup Bakrie dan Salim ini sebesar US$ 1,03 miliar pada 9 bulan 2025. Meningkat 11,9 persen dari US$ 926,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 29,4 juta, menurun 76,1 persen dari sebelumnya US$ 122,9 juta di sepanjang Januari-September 2024 lalu.
“Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin,” ungkap Head of Corporate Communications Bumi Resources (BUMI), Ricco Surya dalam keterangan resmi dikutip Sabtu 1 November 2025.
Adapun untuk kinerja operasional 9M 2025 vs 9M 2024, yakni produksi batu bara 54,9 juta ton (turun 4 persen); penjualan batu bara 54,5 juta ton (turun 2 persen); harga rata-rata FOB US$ 60,4/ton (turun 18 persen dari US$ 73,7/ton); lapisan penutup yang dihilangkan 445,8 juta bcm (turun 11 persen); rasio kupasan tanah (strip ratio) 8,1x (vs 8,7x); prsediaan 2,6 juta ton (vs 3,6 juta ton).
“Kinerja produksi dan penjualan perseroan tetap stabil di tengah kondisi pasar yang menantang, menunjukkan efektivitas pengelolaan operasional dan pengendalian biaya yang konsisten,” jelas Ricco.
Sementara target atau rencana kinerja Bumi Resources (BUMI) tahun 2025, yaitu volume penjualan 73-75 juta ton; harga rata-rata yang diproyeksikan US$ 59- US$ 61 per ton; dan biaya tunai produksi sekitar US$ 41- US$ 43 per ton.
“Bumi Resources tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi ke sektor mineral penting guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang,” sambung Ricco.
Bumi Resources akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 November 2025, serta paparan publik tahunan (public expose) secara virtual yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal