MarketNews.id-PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) baru mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bukan Juli 2025 lalu. Perusahaan peralatan telekomunikasi ini belum seumur jagung jadi perusahaan publik.
Meskipun demikian, PMUI tetap menyajikan laporan keuangan perusahaan layaknya perusahaan telah tercatat di bursa lainnya. Pemegang saham baru seperti investor publik tentunya ikut berbinar mencermati kinerja selama sembilan bulan terakhir di 2025.
Selama sembilan bulan pertama tahun ini, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) membukukan laba bersih Rp33,73 miliar atau meningkat 26 persen (y-o-y), meskipun penjualan mengalami penurunan 5,69 persen.
Berdasarkan laporan keuangan PMUI untuk periode berakhir 30 September 2025 yang dikutip Selasa 4 November 2025 emiten anyar milik pengusaha Rudy Susanto Wijaya Kaswan ini mencatatkan penjualan Rp2,82 triliun atau menurun 5,69 persen dibandingkan dengan capaian di kuartal III 2024 yang sebesar Rp2,99 triliun.
Seiring dengan penurunan nilai penjualan tersebut, beban pokok penjualan yang dicatatkan PMUI di periode Januari-September 2025 terpantau lebih rendah 5,71 persen (y-o-y) menjadi Rp2,64 triliun.
Dengan demikian, laba bruto di September 2025 menjadi Rp184,47 miliar atau terkoreksi tipis 0,74 persen (y-o-y).
Dalam tiga kuartal pertama di 2025, laba usaha PMUI tercatat Rp51,79 miliar atau meningkat 16,83 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan di September 2025 melonjak 22,59 persen (y-o-y), terutama dikarenakan perseroan berhasil menekan beban penjualan, umum dan administrasi (SGA) di periode Januari-September 2025.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) per Kuartal III-2025 yang sebesar Rp9,94 miliar, maka laba periode berjalan di September 2025 menjadi Rp35,92 miliar atau meningkat 22,97 persen (y-o-y).
Adapun besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di September 2025 sebesar Rp33,73 miliar atau melompat 26 persen dibandingkan laba bersih September 2024 senilai Rp26,77 miliar.
Per 30 September 2025, jumlah ekuitas PMUI tercatat Rp451,18 miliar atau melesat 113,47 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp211,35 miliar.
Hingga akhir Kuartal III-2025, total liabilitas bisa ditekan hingga 67,62 persen (year-to-date) menjadi Rp79,78 miliar, namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp77,18 miliar.
Kinerja solid pada balance sheet PMUI tersebut tidak terlepas dengan aksi perseroan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini, dengan nilai emisi mencapai Rp208,8 miliar.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal