MarketNews.id-Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), mengincar pendapatan bunga dari penyaluran pinjaman senilai Rp2 triliun kepada anak usahanya , MUTU. Namun CUAN terlebih dahulu mencari dana senilai itu melalui penawaran dua surat utang.
Rinciannya, CUAN menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II tahun 2025 senilai Rp1,35 triliun dalam 2 seri. Seri A senilai Rp1,162 berbunga 8,5 persen pertahun hingga 5 tahun sejak diterbitkan. Seri B senilai Rp187,64 miliar berbunga 9 persen pertahun hingga jatuh tempo 7 tahun mendatang.
Secara bersamaan, CUAN juga menawarkan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I tahap II tahun 2025 senilai Rp650 milliar dalam dua seri. Seri A senilai Rp137,6 miliar dengan imbal hasil setara 8,5 persen pertahun hingga jatuh tempo 5 tahun sejak penerbitan. Seri B senilai Rp512,36 miliar dengan imbal hasil setara 9 persen pertahun hingga jatuh tempo 7 tahun mendatang.
Investor berminat dengan tawaran itu dapat mengikuti penawaran umum mulai tanggal 20-21 Oktober 2025. Kepastian penjatahan yang diterima investor jatuh pada tanggal 22 Oktober 2025. Kemudian 4 seri surat utang perusahaan dengan penerima manfaat akhir Prajogo Pangestu ini dicatatkan di BEI pada tanggal 27 Oktober 2025.
Sebagai bahan pertimbang lain bagi investor, kedua surat utang berperingkat idA dan idAsy dari Pefindo ini telah dijamin secara kesanggupan penuh penyerapan emisi oleh 6 penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk wakalah.
Rencananya, seluruh dana hasil penerbitan obligasi disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada anak usahanya yakni MUTU. Walau pinjaman dari induk usaha, MUTU tetap dikenakan bunga setara bunga obligasi hingga jatuh tempo 3 tahun mendatang.
MUTU juga mendapat pinjaman dari CUAN senilai Rp650 miliar hasil penerbitan Sukuk.
Dari penyaluran ini, CUAN juga akan mendapat imbal hasil setara Wakalah hingga selambat lambatnya 2 hari sebelum jatuh tempo sukuk yang diterbitkan CUAN.
Selanjutnya, MUTU menggunakan dana hasil pinjaman dari induk usahanya sebagai modal kerja seperti biaya kontraktor, biaya-biaya tenaga kerja, dan beban usaha lain.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal