MarketNews.id- Langkah Superbank Indonesia, merancang aksi korporasi dengan melakukan penawaran saham perdana atau initial publik offering (IPO) kian terlihat.
Salah satu langkah yang telah dilewati bank Grup Emtek itu dengan melakukan perubahan status dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka.
Perubahan itu telah dikonfirmasi oleh Anggota Komite Audit independen Superbank Indonesia, Hamdi Hassyarbaini.
“Iya betul,” jawab mantan Direktur BEI Periode 2012-2015 dan 2015-2018 kepada Redaksi dikutip, Senin 29 September 2025.
Kabar superbank Indonesia tengah serius persiapan IPO juga tidak dibantah oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyatakan, bahwa saat ini perusahaan tersebut tidak sedang melakukan penawaran atau penawaran di sistem e-IPO.
”Terkait dengan informasi rencana IPO, silakan mengontak perusahaan atau sumber informasi yang bersangkutan,” tulis Nyoman kepada media, Jumat 26 September 2025.
Sementara itu manajemen Superbank Indonesia menegaskan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar.
”Fokus kami adalah menjaga kinerja yang kuat melalui solusi keuangan inovatif, pertumbuhan jumlah nasabah, serta kolaborasi dengan ekosistem terpercaya untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia,” tulis Juru Bicara Superbank Indonesia.
Kabar Superbank Indonesia merancang IPO kembali mencuat pada salah satu media sosial investor. Salah satu Investor mengunggah tanggapkan layar memuat laman depan serupa e-IPO yang tertulis pra efektif IPO Super Bank Indonesia dengan kode saham BSPR.
Dalam tangkapan layar itu tertulis masa penawaran awal 10-13 Oktober 2025 dengan kisaran harga Rp250-Rp300 per lembar. Masih mengutip tangkapan layar itu, Superbank Indonesia menawarkan 3.588.069.000 lembar atau setara 20,05 persen dari total modal.
Jika mengacu data itu, Superbank Indonesia berpotensi meraup dana Rp897,01 miliar hingga Rp1,076 triliun. adapun penjamin pelaksana emisi efeknya hanya Henan Putihrai Sekuritas.
Bila melonggok laporan tahunan 2024 Superbank Indonesia tergambar komposisi pemegang saham dari berbagai entitas bisnis dalam maupun luar negeri.
Rinciannya, Emtek menguasai 31,2 persen. Lalu ada nama Kudo Teknologi memiliki 19,2 persen saham. Berikutnya, Singtel Alpa Invesmnet Pte ltd menguasai 20,56 persen. Selanjutnya, A5 DB Holding Pte ltd memiliki 11,58 persen. Kakao Bank Corp pegang 10 persen dan 7,32 persen dikempit pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5 persen.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal