MarketNews.id- Indofood Sukses Makmur (INDF), membukukan pertumbuhan penjualan 4,5 persen secara tahunan menjadi Rp59,8 triliun pada akhir Juni 2025.
Bila dirinci, penjualan produk konsumen meningkat 2,7 persen secara tahunan menjadi Rp37,5 triliun. Senada, penjualan hasil bumi naik 32,8 persen secara tahunan menjadi Rp9,3 triliun.
Demikian dengan pendapatan distrubusi tumbuh 5,7 persen secara tahunan menjadi Rp3,7 triliun. Tapi Penjualan produk bogasari menyusut 2,4 persen secara tahunan menjadi Rp15,03 triliun.
Namun beban pokok penjualan bengkak 6,9 persen secara tahunan menjadi Rp40,01 triliun. Sehingga laba kotor merambat 0,11 persen secara tahunan menjadi Rp19,82 triliun.
Beranjak ke laba usaha terpantau menyusut 0,502 persen secara tahunan menjadi Rp11,692 triliun. Salah satu pos penekannya datang dari dampak rugi nilai wajar aset biologis sedalam Rp183,3 miliar pada akhir Juni 2025. Sedangkan akhir Juni 2024 meraih laba dari nilai aset biologis Rp91,3 miliar.
Menariknya, beban keuangan turun 57,2 persen secara tahunan menjadi Rp2,206 triliun. Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan naik 37,8 persen secara tahunan menjadi Rp10,205 triliun.
Direktur Utama INDF, Anthoni Salim melaporkan laba bersih Rp5,8 triliun pada semester I 2025. Nilai laba ini naik 52,6 persen dibanding semester I 2024 yang tercatat Rp3,8 triliun.
Laba per saham dasar pun ikut naik ke Rp665 per lembar pada akhir Juni 2025. Sedangkan akhir Juni 2024 senilai Rp439 per helai.
Laba tersebut dapat menambah saldo laba belum ditentukan penggunaanya 6,3 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp56,7 triliun.
Pada gilirannya, total ekuitas turut meningkat 3,7 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp112,6 triliun pada akhir Juni 2025.
Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 4,09 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp96,5 triliun pada akhir Juni 2025.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal