MarketNews.id CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani belum dapat menjelaskan secara gamblang rencana untuk melepas status penghentian sementara atau suspend perdagangan saham saham anak usahanya.
Rosan hanya bisa bungkam sambil berlalu memasuki kendaaraannya saat ditanya media soal banyak saham saham BPI Danantara yang mengalami suspend di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 28 Juli 2025.
Berdasarkan data idxmobile, saham BPI Danantara yang mengalami suspend karena terganggunya kelangsungan usaha antara lain.
WSKT ( Waskita Karya) telah disuspend sejak 8 Mei 2023 karena gagal bayar utang. Bahkan saham WSKT telah bisa dihapus paksa atau force delisting dari papan perdagangan BEI.
PPRO (PP Properti) telah disuspend sejak 15 Oktober 2024 karena gagal bayar utang. BEI sudah melayangkan surat peringatan rentan force delisting.
INAF (Indoforma) disuspend sejak 2 Juli 2024 karena gagal bayar utang. BEI juga telah melayangkan surat peringatan rentan force delisting.
WIKA (Wijaya Karya) disuspend sejak 18 Februari 2025 karena gagal bayar utang.
Miris memang, anak usaha BUMN Dari Danantara yang diharapkan Jadi sumber pendanaan justu bermasalah dalam menjalankan usahanya.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal