MarketNews.id-Investor melakukan aksi jual atas saham Prima Multi Usaha Indonesia (PMUI), saat pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini, Kamis 10 Juli 2025.
Berdasarkan data idxmobile, PMUI turun 27 poin atau -15 persen ke level 153 per lembar senilai Rp20,7 miliar hingga pukul 10.31 WIB. Namun masih ada antrian jual sebanyak 572.481 lot.
Melihat saham perusahaannya ambrol, Direktur Utama PMUI, Agus Susanto justru tertawa karena tiga saham perusahaan lainnya yang juga melakukan pencatatan saham naik sentuh ARA (Auto Rejection batas Atas).
“ Ha ha ha 3 hijau, 1 merah. Biar jadi pohon Natal. Nanti lagi Natal,” celetuk Agus saat melihat papan perdagangan di aula utama BEI, Kamis 10 Juli 2025.
Namun dia menyatakan, perusahaannya memiliki fundamental terbilang positif. Hal itu terlihat dari laporan keuangan tahun 2024 telah audit.
“Kami tidak rugi loh. Tapi laba lho Rp49,3 miliar dengan omset Rp3,2 triliun tahun 2024,” ungkap dia.
Dalam kesempatan ini dia meluruskan pernyataan Komisaris PMUI, Theo Lekatompessy bahwa seluruh saham baru perseroan yang ditawarkan melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) terserap oleh investor publik.
“Itu ( red- informasi dari Theo Lekatompessy) misspersepsi. Komisaris saya juga udah klarifikasi,” ungkap dia.
Rudy menerangkan saham baru perseroan lebih banyak diserap oleh investor strategis untuk memenuhi ketentuan regulator.
“ Jadi bukan pemilik yang beli ya sebab kalau pemilik dilarang OJK. Tapi investor strategis yang serap saham IPO,” kata dia.
Sementara itu berdasarkan data idx.co.id. PMUI menerbitkan 1,16 miliar saham baru. Selama masa penawaran umum hanya tercatat 1kali permintaan atau sesuai dengan jumlah saham yang ditawarkan.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal