MarketNews.id- Bursa Efek Indonesia (BEI), masih penasaran pemicu pergerakan saham perusahaan pusat data milik Otto Toto Sugiri, DCI Indonesia (DCII) sebelum memutuskan membuka status penghentian sementara atau suspend saham itu.
BEI telah mensuspend DCII sejak sesi 1 24 Juli 2025. Dengan kata lain telah mengalami suspend selama 3 hari bursa.
Menurut Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang bahwa suspend yang dialami DCII yang telah berlangsung selama 3 hari ini belum sampai pada tahap pemeriksaan.
“Ini baru tindakan pengawasan karena volatilitas transaksi,” kata Kristian kepada Redaksi, Senin 28 Juli 2025.
Kristian bilang, BEI masih menunggu kecukupan informasi tentang DCII. Informasi tersebut dipandang perlu untuk menjadi salah satu bahan pertimbangan investor.
“Itu yang kami tunggu,” jelas dia.
Sebenarnya, BEI telah meminta penjelasan manajemen DCII terkait pergerakan sahamnya. Tapi manajemen DCII pada 21 Juli 2025 tidak mengetahui pemicunya dan tidak tahu aktivitas pemegang saham tertentu.
Sedangkan keterbukaan terbarunya, Presiden Direktur DCII, Otto Toto Sugiri melaporkan laba bersih sebesar Rp616,94 miliar pada semester I 2025. Hasil itu melejit 106,02 persen secara tahunan dibanding semester I 2024 yang tercatat Rp299,49 miliar.
Sehingga laba per saham dasar terkerek ke level 259 per lembar pada akhir Juni 2025. Sedangkan akhir Juni 2024 berada di level 126 per helai.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal