Home / Korporasi / BUMN / Laba Bersih Bukit Asam Turun 50,5 Persen Jadi Rp391,47 Miliar Di Kuartal I 2025

Laba Bersih Bukit Asam Turun 50,5 Persen Jadi Rp391,47 Miliar Di Kuartal I 2025

MarketNews.id- Bukit Asam (PTBA), membukukan pertumbuhan pendapatan 5,8 persen secara tahunan menjadi Rp9,958 triliun pada kuartal 1 2025.

Bila dirinci, penjualan batu bara tumbuh 5,1 persen secara tahunan menjadi Rp9,771 triliun. Senada, pendapatan dari kegiatan usaha lain naik 66,9 persen secara tahunan menjadi Rp187,23 miliar.

Namum biaya produksi bengkak 11,52 persen secara tahunan menjadi Rp8,911 triliun.

Pemicunya, jasa pertambangan naik 26,3 persen secara tahunan menjadi Rp2,637 triliun. Demikian juga dengan jasa angkutan batu bara tumbuh 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp2,328 triliun. Bahkan, beban bahan bakar dan pelumas melonjak 170,2 persen secara tahunan menjadi Rp935,04 miliar.

Sedangkan laba usaha turun 53,3 persen secara tahunan menjadi Rp442,8 miliar. Sejalan, laba sebelum pajak penghasilan amblas 51,5 persen secara tahunan menjadi Rp518,11 miliar.

Dampaknya, laba kotor terpangkas 26,2 persen secara tahunan menjadi Rp1,047 triliun.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail melaporkan laba bersih Rp391,47 miliar pada kuartal I 2025. Hasil itu anjlok 50,5 persen dibanding kuartal 1 2024.

Akibatnya, laba per saham melorot ke level Rp34 per lembar pada akhir Maret 2025. Sedangkan akhir Maret 2024 berada di level Rp69 per helai.

Tapi Laba tersebut dapat menambah saldo laba belum dicadangkan 6,9 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp6,273 triliun pada akhir Maret 2025.

Pada gilirannya, total ekuitas turut bertambah 1,8 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp23,069 triliun  pada akhir Maret 2025.

Pada sisi lain, jumlah kewajiban bertambah 0,24 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp19,187 triliun pada akhir Maret 2025.

Menariknya, kas dan setara kas meningkat 17,8 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp4,869 triliun pada akhir Maret 2025.

Adapun rasio keuangan penting seperti rasio lancar 119 persen; ROA 1 persen; ROE 2 persen dan Ebitda terhadap pendapatan 11 persen.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan emiten tambang batu bara pelat merah kuartal I 2025 yang diunggah pada laman BEI dikutip Senin 5 Mei 2025.

Abdul Segara

Check Also

BI : Aktivitas Manufaktur Masuk Fase Ekspansif Dengan PMI Di Level 52,03 Persen Di Triwulan I 2026.

MarketNews.id- Aktivitas sektor manufaktur dalam tiga bulan pertama tahun ini masuk dalam fase ekspansif. Industri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *