Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) Siap Garap Jaringan Gas Rumah Tangga Proyek Pemerintah

PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) Siap Garap Jaringan Gas Rumah Tangga Proyek Pemerintah

MarketNews.id Program Pemerintah dalam mengurangi subsidi energi dan memperkuat kemandirian penyediaan energi bersih yang terjangkau, disambut antusias oleh PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS).

Seperti diketahui, Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan gas rumah tangga (Jangan) mencapai 2,5 juta sambungan rumah pada 2024. Peluang besar ini, bersamaan dengan masuknya RGAS masuk bursa dengan lepas 334,2 juta saham. Harga yang ditawarkan sekitar Rp115-112 per saham. Dari hasil IPO ini, RGAS akan meraih dana IPO sekitar Rp 40,77 miliar.

Manajemen PT Kian Santang Muliatama Tbk ( RGAS ) menyampaikan, perseroan berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) yang sejauh ini dinilai sulit untuk merealisasikan target di 2024.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan jargas bisa mencapai 2,5 juta sambungan rumah pada 2024. Adapun jaringan gas yang baru terbangun sebanyak 835 ribu unit, dengan rincian 594 ribu jaringan oleh pemerintah dan sebanyak 241 ribu jaringan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Menurut Direktur Utama, RGAS , Edy Nurhamid Amin, saat ini perseroan sudah terlibat secara langsung dalam penciptaan nilai (value creation) untuk mendukung program pemerintah. Dalam membangun jaringan gas tersebut, kata Edy, RGAS mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dan mengedepankan prinsip keamanan dan keselamatan masyarakat.

” RGAS telah membuktikannya dengan ikut menambah jumlah sambungan gas rumah tangga bagi masyarakat, dan juga mengedepankan penggunaan produk-produk dalam negeri, dengan mengedepankan prinsip-prinsip keamanan dan keselamatan masyarakat sebagai pengguna,” papar Edy dalam siaran pers yang dilansir di Jakarta, Kamis 19 Oktober 2023.

Perlu diketahui, saat ini RGAS sedang melaksanakan proses penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas saham ke publik maksimal 334,2 juta saham. Harga penawaran awal (book building) sekitar Rp115-Rp122 per saham yang berlangsung pada 16-18 Oktober 2023.

Sementara itu, pelaksanaan penawaran umum (offering) dilaksanakan pada 1-3 November 2023 dan pencatatan saham di BEI diharapkan terlaksana pada 7 November 2023. Pada aksi korporasi ini, RGAS berharap bisa menggalang dana maksimal Rp40,77 miliar.

Lebih lanjut Edy menyampaikan, melalui keterlibatan RGAS pada proyek jargas nasional ini, perseroan berkomitmen untuk berpartisipasi dan mendukung pemerintah dalam mengurangi subsidi energi dan memperkuat kemandirian penyediaan energi bersih yang terjangkau.

“Tentunya untuk membantu percepatan pembangunan jaringan gas tersebut, perseroan tidak bisa berjalan sendiri. Melainkan butuh sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak, karena target yang dicanangkan pemerintah tidak sedikit,” ujarnya.

RGAS masuk bursa bertepatan dengan program Pemerintah mensosialisasikan gas buat rumah tangga yang memiliki target sangat luas. Peluang ini tentunya, jadi tantangan buat emiten baru ini memanfaatkan peluang yang sudah terbuka lebar.

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah akan mengubah peraturan, sehingga memungkinkan bagi pihak swasta untuk mengembangkan proyek jaringan gas dengan skema KPBU , dengan penanggung jawabnya adalah Kementerian ESDM .

Check Also

Pertamina Patra Niaga Berhasil Penuhi Kebutuhan Avtur Selama Musim Haji 2024.

MarketNews.id- Pertamina Patra Niaga berhasil penuhi kebutuhan penerbangan haji di 13 bandara yang melayani penerbangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *