Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) Lepas 700 Juta Lembar Saham, Jadi Incaran Mitra Usaha

PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) Lepas 700 Juta Lembar Saham, Jadi Incaran Mitra Usaha

MarketNews.id Bisnis jasa logistik termasuk bisnis yang bangkit di saat pendemi melanda negeri ini. Hadirnya pendemi Covid-19 sempat memutus aktifitas masyarakat akibat adanya kebijakan PPKM yang membuka peluang jasa kurir dan logistik ikut bangkit.

PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) termasuk perusahaan jasa logistik yang justru bangkit di masa pendemi Covid-19. Buktinya, sejak 2019 hingga 2022 emiten ini justru alami peningkatan kinerja positif berturut-turut yang signifikan di saat pendemi berlangsung.

Setelah merampungkan masa penawaran awal (book building), saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk ( LAJU ) diklaim telah menjadi incaran sejumlah high profile entrepreneur, terutama dari sejumlah petinggi di Alfa Group (Grup Alfamart).

Beberapa nama high profile entrepreneur yang disebut-sebut menunjukkan minatnya untuk memiliki sejumlah saham LAJU yakni, Pemilik Grup Alfamart, Djoko Susanto dan keluarga. Ada juga nama Rullyanto sebagai menantu Djoko Susanto dan sekaligus sebagai pemegang 0,42 persen saham PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).

Selain itu, disebutkan pula bahwa dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) LAJU juga terdapat sejumlah nama petinggi MIDI lainnya, yang melakukan pemesanan melalui jalur penawaran umum. Saham LAJU juga diminati Marina Budiman yang dikenal sebagai pemilik dan salah satu pengendali PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Serta, salah satu petinggi dari PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson) atau anak usaha MIDI.

Seperti diketahui LAJU sebagai perusahaan layanan jasa logistik terintegrasi yang mengakhiri masa periode book building pada 6 Januari 2023 lalu. Manajemen perseroan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.

Tingginya minat sejumlah pengusaha dari Grup Alfamart tersebut diklaim oleh Direktur Investment Banking NH Korindo Sekuritas, Amir S Samirin, Selasa 24 Januari 2023. “Seingat saya terdapat nama-nama tersebut yang melakukan pemesanan saham LAJU , tetapi detailnya saya tidak ingat. Finalnya kita tunggu saat penjatahan nanti,” kata Amir.

Lebih lanjut Amir menyampaikan, LAJU bisa dikategorikan sebagai saham anti resesi, jika menilik dari sudut pandang industri jasa logistik —terutama untuk Fast Moving Consumer Goods ( FMCG )— sejalan dengan peningkatan konsumsi rumah tangga di dalam negeri.

Dia menambahkan, di tengah ancaman resesi global yang saat ini dampaknya mulai terasa, LAJU sebagai perusahaan logistic telah dipercaya selama bertahun-tahun untuk mengantarkan logistik ke sejumlah perusahaan berskala nasional, salah satunya MIDI yang sejauh ini tampak tidak terdampak resesi, karena daya beli masyarakat yang tinggi.

“Dengan hal tersebut, LAJU yang merupakan partner distribusinya juga terdampak positif. Hal ini dapat dilihat dari laporan keuangan yang memiliki hasil yang positif. Kami sebagai underwriter tentu sangat bangga dampak mengantarkannya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kami yakin LAJU akan terus bertumbuh dan menjadi salah satu saham unggulan di BEI,” paparnya.

Sebelumnya saat Public Expose 9 Januari 2023, Direktur LAJU , James Budiarto Tjandrakesuma mengatakan bahwa sifat layanan utama LAJU adalah Dedicated & Integrated Logistic Support (layanan logistik menyeluruh yang diberikan kepada pelanggan, khususnya B2B).

“Sehubungan dengan model layanan dan pengelolaan pelanggan yang baik, perseroan mampu membukukan pertumbuhan yang sangat pesat, dengan pertumbuhan rata-rata lebih dari 30 persen pada kurun 2019-2021,” kata James.

Dia berharap, tren kenaikan harga saham AMRT sejak awal 2022 hingga penutupan 20 Januari 2023 yang sebesar 124 persen, bisa menular pada pergerakan harga saham LAJU . Dimana “BlackRock (perusahaan investasi asal AS) saja juga menambah porsi saham besar di saham Alfamart”.

Seperti diketahui, LAJU yang berencana listing di BEI pada 27 Januari 2023 akan mendapat angin segar atas berlanjutnya penguatan konsumsi masyarakat yang mendorong sektor logistik. ” LAJU dapat mencatatkan pertumbuhan rata-rata naik 30 persen dalam tiga tahun terakhir, seiring dengan pulihnya konsumsi masyarakat.

Selain sebagai mitra logistik MIDI, LAJU juga merambah jasa distribusi industri e-commerce dengan melayani PT Sooplai Indonesia (Sirclo) yang juga membawahi e-commerce Warung Pintar, dan ke depan masih ditopang oleh beberapa perolehan kontrak baru yang juga bergelut di industri FMCG .

Check Also

Pasar Modal Indonesia Donasikan Ambulan Dan Alat Kesehatan Buat Kabupaten Aceh Besar

MarketNews.id Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *