Home / Korporasi / BUMN / PT PP Presisi Tbk (PPRE) Dapat Tambahan Kontrak Baru Senilai Rp 1,8 Triliun

PT PP Presisi Tbk (PPRE) Dapat Tambahan Kontrak Baru Senilai Rp 1,8 Triliun

MarketNews.id Kontrak kerja merupakan urat nadi buat perusahaan jasa konstruksi seperti PT PP Presisi Tbk. Belum lama ini, BUMN konstruksi ini mendapat jasa kontrak proyek tambang nikel pada proyek Weda Bay nikel di Halmehera senilai Rp1,8 triliun.

PT PP Presisi Tbk (PPRE), mendapatkan kontrak jasa tambang nikel pada proyek Weda Bay Nikel di Halmahera senilai Rp1,8 triliun.
Rully Noviandar, Direktur Utama PPRE menjelaskan dengan perolehan kontrak ini, maka total kontrak baru yang diperoleh perusahaan sebesar Rp5 triliun. Jumlah kontrak baru ini setara 86% dari target kontrak baru 2022 sebesar Rp5,9 triliun.

“Kontrak baru tersebut, selaras dengan fokus bisnis perseroan pada sektor jasa pertambangan sebagai kontraktor jasa pertambangan,” kata Rully dalam keterangan resminya, Senin 12 Desember 2022.


Lingkup pekerjaan pada lini jasa pertambangan yang telah dikerjakan oleh PP Presisi mulai dari mining development infrastructure seperti pekerjaan pembangunan dan maintenance jalan hauling, pembangunan infrastructure lainnya, hingga mining contractor yakni overburden hingga hauling services.

“Pada kontrak baru tersebut merupakan bentuk kepercayaan kepada kami yang selalu mengutamakan time delivery dan quality delivery,” ulasnya.

Hal yang tak kalah menggembirakan dari pencapaian kontrak baru di penghujung tahun ini adalah bahwa telah terjadi shifting dari civil work ke mining services yang mana mining services mendominasi perolehan kontrak baru sebesar 59 persen. Untuk civil work 38 persen dan lini bisnis supporting yaitu production plant, structure work dan rental equipment sebesar 3 persen.


Selain itu, competitiveness perseroan juga meningkat dengan perolehan kontrak external (Non PP Group) sebesar 93 persen dan internal (PP Group) 7 persen.

“Dengan kapasitas dan kapabilitas yang kami miliki menjadikan kami sebagai integrated mining services company yang mampu memberikan jasa mining contractor secara comprehensive dan terintegrasi,”ujar Rully Noviandar.

Check Also

SUV Bekas Vs Mobil Listrik Di Harga Rp250 juta. Mana Yang Bikin Buntung?

MarketNews.id- Pasar otomotif Indonesia di segmen Rp250–Rp300 jutaan kini diwarnai pilihan menarik. Di satu sisi, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *