Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Pefindo Beri Peringkat Tertinggi idMIA-1(Superior) Buat PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen

Pefindo Beri Peringkat Tertinggi idMIA-1(Superior) Buat PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen

MarketNews.id- Ditengah perekonomian global yang sangat menantang sepanjang tahun 2026 ini, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen justru meraih peringkat tertinggi idMIA-1 (Superior) Dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Kegembiraan manajemen semakin lengkap setelah tiga reksadana yang di kelola perusahaan juga meraih peringkat kualitas kredit tertinggi dari Pefindo yakni idAAA (f). Ketiga reksa dana tersebut adalah Batavia Dana Kas Maxima, Batavia Dana Obligasi Ultima dan Batavia Obligasi Negara Indonesia.

Presiden Direktur Batavia, Lilis Setiadi, mengatakan penilaian independen tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap transparansi dan upaya memberikan referensi objektif bagi masyarakat dalam mengambil keputusan investasi.

“Kepercayaan investor dibangun melalui transparansi. Sejalan dengan POJK Nomor 15 Tahun 2025, kami meyakini bahwa masyarakat perlu mendapatkan informasi yang transparan mengenai Manajer Investasi dan produk Reksa Dana sebelum mengambil keputusan investasi,” kata Lilis dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu 21 Oktober 2026.

Menurutnya, hasil penilaian tersebut bukan sekadar peringkat, melainkan validasi independen atas kualitas perusahaan dan produk yang dikelola.

Batavia berharap, hasilnya membantu masyarakat mengambil keputusan investasi secara bijak, terukur, dan cermat, sekaligus mendorong industri investasi yang lebih transparan dan terpercaya.

Penilaian manajer investasi oleh Pefindo mencakup pertumbuhan dan stabilitas dana kelolaan, kinerja dan volatilitas produk, kesehatan keuangan perusahaan, manajemen risiko, proses investasi, kualitas riset dan analisis, infrastruktur dan operasional, kualitas tim investasi, serta layanan nasabah.

Sementara itu, penilaian reksa dana mempertimbangkan kinerja, volatilitas, serta kualitas portofolio, termasuk konsentrasi dan likuiditas.

Tiga Reksa Dana Raih Peringkat Tertinggi

Di kesempatan sama, Direktur Batavia, Prihatmo Hari. M. menjelaskan, Batavia Dana Kas Maxima merupakan reksa dana pasar uang yang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek utang dengan jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun.

Produk ini bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dana dan menjaga likuiditas dengan tetap mempertahankan nilai modal.

Per 30 September 2026, dana kelolaannya mencapai Rp13,4 triliun, menjadikannya reksa dana pasar uang terbesar di Indonesia.

Produk ini memperoleh peringkat idAAA(f) dari Pefindo.

Batavia Dana Obligasi Ultima merupakan reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada efek utang pemerintah Republik Indonesia dan/atau korporasi.

Produk ini bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dana dengan tetap mempertahankan nilai modal dalam jangka menengah.

Pefindo memberikan peringkat idAAA(f)/S2, yang mencerminkan kualitas kredit tertinggi dengan volatilitas rendah hingga moderat.

Produk ini mencatatkan kinerja akumulatif 11,61% dalam periode tiga tahun hingga akhir September 2026.

Adapun Batavia Obligasi Negara Indonesia berfokus pada obligasi pemerintah Republik Indonesia untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana dalam jangka menengah.

Produk ini memperoleh peringkat idAAA(f)/S3, yang mencerminkan kualitas kredit tertinggi dengan volatilitas moderat, serta mencatatkan kinerja akumulatif 12,65% selama tiga tahun hingga akhir September 2026.

Hasil penilaian tersebut mendorong Batavia untuk terus memperkuat kualitas pengelolaan investasi, tata kelola, transparansi, dan layanan nasabah guna menjaga kepercayaan investor.

Dana Kelolaan Batavia Tumbuh 14,3%

Selanjutnya, Lilis menjelaskan, hingga akhir September 2026, total dana kelolaan atau asset under management (AUM) Batavia mencapai Rp56,4 triliun, tumbuh 14,3% dibandingkan akhir 2025.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh AUM reksa dana yang meningkat 23,9%, dari Rp38,3 triliun menjadi Rp47,4 triliun.

Dalam pengembangan produk dan layanan, Batavia menerbitkan delapan reksa dana baru, terdiri atas tujuh reksa dana onshore dan satu reksa dana sharia offshore, serta satu kontrak baru Pengelolaan Dana Nasabah Individual.

Batavia juga menerbitkan ETF Emas sebagai bagian dari inovasi dan diversifikasi produk.

Dengan fondasi tersebut, Batavia menargetkan pertumbuhan berkelanjutan pada 2027 melalui penguatan kinerja produk, perluasan basis investor, dan pengembangan distribusi.

Per Juni 2026,

Check Also

Investasi  Masuk RI Tembus Rp1.539 Per September 2026

MarketNews.id- Realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari–September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun. Penanaman modal asing (PMA) menyumbang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *