Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Sentimen Negatif Terhadap GOTO Berlanjut Dengan Turunnya Harga Saham Di Bursa

Sentimen Negatif Terhadap GOTO Berlanjut Dengan Turunnya Harga Saham Di Bursa

MarketNews.id Konsekwensi logis atas respon kinerja usaha PT GOTO yang paling mudah terlihat pada turunnya harga saham GOTO di bursa hingga terjadi Auto Rejection Bawah (ARB) ke level 196 setelah emiten startup ini publikasikan laporan keuangan kuartal III tahun 2022.

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) saat ditransaksikan pada perdagangan hari ini anjlok hingga 6,67 persen atau mengalami auto-rejection bawah (ARB) ke level 196, setelah perseroan menyajikan laporan keuangan kuartal III-2022 yang mencatatkan akumulasi rugi Rp99,35 triliun.


Saat pembukaan sesi pertama perdagangan Selasa 22 November 2022 saham GOTO dibuka stagnan di level 210 dan selanjutnya langsung melorot ke teritori negatif hingga mandeg di level ARB pada posisi 196. Sehingga selama sesi pertama, harganya bergerak di zona merah pada kisaran 196-210.


Pada paruh pertama perdagangan hari ini, jumlah frekuensi transaksi GOTO mencapai 34.456 kali, volume transaksi tercatat 1,5 miliar saham dan nilai transaksi Rp290,6 miliar. Dengan harga saham di posisi 196, maka saat ini market cap GOTO hanya Rp232,14 triliun.

Tren koreksi GOTO yang terjadi sejak pertengahan Juni 2022 menekan harga saham ke level 183 saat diperdagangkan pada 25 Oktober 2022. Posisi ini semakin mendekati level terendah GOTO pasca pencatatan perdana saham, yakni 181 saat penutupan perdagangan 17 Mei 2022.

Seperti diketahui, saat pelaksanaan IPO, harga GOTO dipatok senilai Rp338 per saham.
Penurunan harga GOTO hingga ke level ARB tersebut tidak terlepas dari respons negatif pelaku pasar dalam menyikapi kinerja keuangan perseroan per kuartal III-2022 yang mengalami rugi bersih Rp20,32 triliun atau melambung 75,47 persen (y-o-y).

Sehingga, total akumulasi rugi hingga akhir kuartal III-2022 menjadi Rp99,35 triliun dibanding per 31 Desember 2021 yang defisit sebesar Rp79,13 triliun.

Seperti diketahui, GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan total nilai transaksi (GTV) pada kuartal ketiga sebesar Rp 161 triliun atau tumbuh 33% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini melampaui pedoman kinerja yang telah ditetapkan.

Sementara rugi bersih GOTO pada kuartal III tercatat sebesar Rp 6,8 triliun atau turun 10,8% dibandingkan dengan capaian kuartal III 2021 sebesar Rp 7,6 triliun.

Pada kuartal III, perusahaan menorehkan pendapatan bruto sebesar Rp 5,9 triliun atau tumbuh 30% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara rugi EBITDA yang disesuaikan tercatat sebesar Rp 3,7 triliun atau turun 11% dibandingkan tahun sebelumnya, dan 10% lebih kecil dibanding kuartal sebelumnya.

Margin kontribusi Grup pada Q3 2022 lebih baik 43% dibanding tahun sebelumnya dan 41% lebih baik dari kuartal sebelumnya, juga di atas pedoman. Adapun layanan On-Demand menjadi sumber pendapatan bisnis terbesar dibandingkan fintech dan e-commerce.

Direktur Utama Grup GoTo Andre Soelistyo menjelaskan kinerja GoTo pada kuartal ketiga terbilang kuat di tengah situasi ekonomi yang sulit. Kinerja ini mempercepat langkah perusahaan menuju profitabilitas, seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan berkurangnya rugi EBITDA yang disesuaikan.

“Margin kontribusi secara grup melampaui pedoman yang kami sampaikan kuartal sebelumnya, dengan margin kontribusi positif di segmen On-Demand Service tercapai pada bulan September, jauh lebih cepat dibandingkan dengan target.” katanya dalam keterangan resmi, Senin 21 November 2022.

Check Also

Laba Bersih RMK Energy Tbk (RMKE) Tumbuh 135 Persen Di Kuartal III 2022

MarketNews.id Masih tingginya harga batubara dan terus meningkatnya produksi, membuat kinerja PT RMK Energy Tbk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *