Home / Korporasi / BUMN / PLN Bangun 36 PLTS Atap Di Bali Dalam Rangka Dukung Gelaran KTT G20

PLN Bangun 36 PLTS Atap Di Bali Dalam Rangka Dukung Gelaran KTT G20

Marketnews.id Gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G 20 sudah semakin dekat. Pemerintah ingin gelaran KTT G 20 berjalan sukses dan langsung didukung oleh pemanfaatan energi terbarukan yang diharapkan segera mengganti energi fosil yang masih digunakan saat ini.

Salah satu bentuk keseriusan Pemerintah dalam mendukung energi terbarukan, Pemerintah memberdayakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 869 kwp. Keberadaan infrastruktur ini untuk mendukung gelaran KTT G20 yang akan berlangsung di Bali dan sebagai bukti kongkrit Pemerintah Indonesia peduli akan pelestarian lingkungan termasuk didalamnya pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

PT PLN (Persero) menyiapkan 36 lokasi pembangkit listrik tenaga surya ( PLTS ) atap atau photovoltaic rooftop di Bali dengan total kapasitas 869 kWp. Keberadaan infrastruktur ini untuk mendukung gelaran KTT G20.


Dalam kunjungan kerja memantau kesiapan pelaksanaan KTT G20, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dukungan PLN sangat penting dalam penyelenggaraan KTT G20.


Selain PLTS atap, PLN diharapkan dapat menyiapkan showcase PLTS apung yang berlokasi di muara Tukad Badung dengan kapasitas minimal 1 MWp, agar masyarakat Bali dan juga dunia dapat menyaksikan secara langsung transisi energi Indonesia menuju era energi baru terbarukan (EBT).


“Saya pesan ke PLN untuk turut andil mendukung pembangunan panel surya yang mampu memudahkan kegiatan proses penyemaian bibit mangrove yakni dari proses pompa air laut, hingga penyiraman dan pengaliran air laut,” tutur Luhut dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 Pebruari 2022.


Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali PLN, Haryanto WS, memastikan kesiapan PLN mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur pendukung khususnya yang berbasis EBT.


Haryanto menjelaskan, terdapat 3 konsentrasi utama PLN dalam menyiapkan pasokan listrik untuk pelaksanaan KTT G20, antara lain, pemasangan photovoltaic pada 35 atap gedung milik PLN dan 1 gedung milik PT Indonesia Power. Ditargetkan pembangunannya bakal rampung pada Juli 2022.


“Kami saat ini sedang menyiapkan atap pada gedung-gedung milik PLN terpasang photovoltaic yakni teknologi yang mampu mengkonversi radiasi matahari atau energi cahaya menjadi energi listrik, sehingga mampu meningkatkan penggunaan EBT yang mendukung transisi energi sebagai isu utama yang diusung dalam KTT G20,” ujar Haryanto.


Berikutnya adalah pembangunan PLTS Hybrid di Nusa Penida, peletakan batu pertama (ground breaking) proyek ini dilakukan pada Jumat, 18 Pebruari 2022 akan mampu menyumbang pasokan listrik dengan kapasitas sebesar 3,5 MW.


“Penambahan pembangkit ini menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi lonjakan kebutuhan listrik yang diperkirakan naik sebesar 20 persen menjelang KTT G20,” ungkapnya.


Fokus ketiga adalah pembangunan 60 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging dan 21 SPKLU Fast Charging di beberapa lokasi strategis tersebar, serta 150 home charging.

Infrastruktur tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik pengisian daya mobil-mobil listrik yang akan digunakan oleh delegasi G20, pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan selesai dibangun pada Agustus 2022.

Check Also

BEI Siap Catatkan Dua Emiten Baru Di Awal Perdagangan Pasca Libur Lebaran 2024

MarketNews.id Awal perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 16 April 2024 akan berbarengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *