Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Saham Adaro Minerals Indonesia Tbk Saat Listing Naik 35 Persen Jadi Rp 135

Saham Adaro Minerals Indonesia Tbk Saat Listing Naik 35 Persen Jadi Rp 135

Marketnews.id Besarnya minat investor saham atas penawaran perdana PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) hingga 179 kali dari jumlah saham yang ditawarkan ke publik, membuat harga saham perseroan meningkat hingga 35 persen.

Saat memulai transaksi perdana pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, harga saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang ditawarkan Rp100 per lembar langsung menguat 35 persen atau menyentuh batas atas titik autorejection di level Rp135.


Saham ADMR langsung bergerak menguat ke posisi Rp135 per lembar, dengan volume transaksi di menit pertama perdagangan sebanyak 17,43 juta saham dan nilai transaksi tercatat Rp2,35 miliar. Adapun frekuensi transaksi terpantau sebanyak 662 kali.


Berdasarkan Prosepktus IPO, ADMR melepas saham sebanyak 6.048.580.000 lembar bernilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Karena adanya kelebihan permintaan (oversubscribed) ADMR menawarkan sebanyak 16,37 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.


Menurut keterangan ADMR yang dilansir di Jakarta, Senin, 3 Januari 2022 pada pelaksanaan penawaran umum tercatat mengalami kelebihan permintaan saham sebanyak 179 kali dari porsi penjatahan terpusat.

Pada aksi korporasi ini, ADMR menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.
Manajemen ADMR berencana menggunakan dana hasil IPO–setelah dikurangi biaya emisi–untuk dipinjamkan kepada perusahaan anak, PT Maruwai Coal sebesar 58,83 persen. Sedangkan sisanya akan digunakan ADMR untuk membayar pokok utang kepada PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Per 31 Agustus 2021, jumlah utang ADMR kepada ADRO mencapai USD186,9 juta.
Menurut Presiden Komisaris ADMR, Garibaldi Thohir, ADMR menjadi perusahaan pertama di bawah naungan ADRO yang melantai di BEI dan sebagai salah satu motor pertumbuhan masa depan Adaro Energy. “Seiring dengan objektif kami untuk memiliki model bisnis yang berkelanjutan bagi Grup Adaro,” ucapnya.


ADMR bergerak di bidang usaha pertambangan batubara metalurgi melalui perusahaan anak. Masing-masing dari lima perusahaan anak ADMR mempunyai konsesi tambang berdasarkan PKP2B yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Penjualan batubara sampai delapan bulan pertama di 2021 mencapai 1,4 juta ton.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *