Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) Ubah Kerugian Jadi Laba Rp2,11 Triliun, Naik 3187 Persen Di Kuartal III 2021

PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) Ubah Kerugian Jadi Laba Rp2,11 Triliun, Naik 3187 Persen Di Kuartal III 2021

Marketnews.id PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) sepanjang kuartal ketiga tahun ini mampu mencatat kinerja signifikan. Perusahaan produsen makanan ternak ini mampu meningkatkan laba hingga 3187 persen lantaran meningkatnya penjualan produk pakan hingga Rp 4,76 triliun. Selain itu, produk makanan mencapai Rp 1 triliun dan benur mencapai Rp215,78 miliar.

PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) berhasil membukukan kinerja positif pada kuartal III 2021. Tercatat perusahaan meraup laba bersih pada kuartal III sebesar Rp2,11 triliun. Padahal sebelumnya emiten ini menderita kerugian.

Menurut Saleh, Wakil Direktur, Central Proteina, capaian laba pada periode tersebut berubah drastis menguat 3187 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Seperti diketahui, pada tahun lalu CPRO menanggung rugi bersih Rp68,59 miliar. Sementara untuk realisasi pendapatan perusahaan mencapai Rp6 triliun atau naik 7,16 persen dibanding periode sama tahun lalu senilai Rp5,99 triliun.


“Pendapatan itu didominasi penjualan produk pakan Rp4,76 triliun, naik bila dibanding periode sama tahun lalu Rp4,38 triliun,” ujar Saleh dalam keterangannya, Kamis, 11 Nopember 2021.


Penjualan produk makanan menjadi kontributor penerimaan terbesar kedua senilai Rp1 triliun. Menyusul penjualan benur sebesar Rp215,78 miliar, dan produk lain senilai Rp15,01 miliar.

Total aset Rp6,66 triliun, naik dari posisi per 31 Desember 2020 sejumlah Rp6,32 triliun. Total kas dan setara kas naik 30,46 persen menjadi Rp205,84 miliar, dibanding posisi 30 September 2020 sebesar Rp157,78 miliar.


“Pada periode ini kami mampu membukukan liabilitas sebesar Rp3,83 triliun atau turun 31,72 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2020 sejumlah Rp5,61 triliun. Total liabilitas itu, terdiri atas Rp2,13 triliun liabilitas jangka pendek dan Rp1,7 triliun liabilitas jangka panjang,” pungkas Saleh.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *