Home / Korporasi / BUMN / Bank BRI Optimistik Kredit Tumbuh 8-10 Persen Di 2022 Mendatang

Bank BRI Optimistik Kredit Tumbuh 8-10 Persen Di 2022 Mendatang

Marketnews.id Terus membaiknya kinerja perekonomian nasional dan melandainya pendemi Covid-19 menjadi dasar manajemen Bank BRI optimistik dapat menyalurkan kredit lebih besar lagi di 2022 mendatang.

Bank terbesar milik Pemerintah ini yakin mampu menyalurkan kredit sebesar 8-10 persen di tahun depan, lantaran bank ini memiliki sumberdaya manusia yang semakin kuat paska bergabung dalam satu wadah BUMN Holding Ultra Mikro (UMi).

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meyakini pertumbuhan kredit pada tahun 2022 akan semakin baik. Hal ini sejalan dengan perbaikan kinerja perekonomian nasional yang menunjukkan pemulihan usai terpuruk akibat diterpa pandemi Covid-19.


Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengatakan, hingga akhir tahun 2021 penyaluran kredit diproyeksikan mampu tumbuh sebesar 6-7 persen yoy ( year on year ).

Sementara angka pertumbuhan kredit tahun depan diyakini akan mencapai level 8-10 persen. Target ini optimistis bakal tercapai lantaran sumber daya BBRI semakin kuat paska bergabung dalam satu wadah BUMN Holding Ultra Mikro (UMi).


“Peningkatan penyaluran kredit tidak terlepas dari pembentukan sinergi di dalam Holding Ultra Mikro (Umi), bersama PT Pegadaian dan juga PT Permodalan Madani yang sekarang menjadi bagian dari BRI Group, di samping karena pemulihan ekonomi akibat kian melandainya pandemi,” kata Sunarso dalam keterangannya, Senin, 22 Nopember 2021.


Hingga akhir kuartal III Tahun 2021, BBRI mampu mencatatkan kinerja yang sehat dan kuat. Sinyal positif kinerja konsolidasian BRI tercermin dari penyaluran kredit sebesar Rp1.026,42 triliun atau tumbuh 9,74 persen yoy, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional.


Lebih jauh Sunarso menjelaskan, salah satu faktor utama penopang pertumbuhan kredit konsolidasian BRI adalah penyaluran kredit segmen UMKM yang tumbuh 12,50 persen yoy atau mencapai Rp848,60 triliun pada akhir September 2021.

Capaian tersebut membuat proporsi kredit UMKM dibanding total kredit BRI meningkat dari semula 80,65 persen pada akhir September 2020 menjadi 82,67 persen pada akhir September 2021.


Penyaluran kredit mikro menjadi motor pertumbuhan kredit BRI, dimana kredit mikro tumbuh sekitar 38,5% yoy menjadi Rp455.241 triliun. Capaian kredit mikro BRI sepanjang Januari-September tersebut berkontribusi sekitar 44,76 persen terhadap total portofolio kredit BRI.


“Persentase kontribusi tersebut meningkat jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama pada 2020. Pada kuartal ketiga 2020 porsi kredit mikro BRI sekitar 35,15 persen,” pungkasnya.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *