Home / Otoritas / Bank Indonesia / Raden Pardede : Keberhasilan Mengendalikan Pendemi Berbuah Peningkatan Konsumsi Dan Investasi

Raden Pardede : Keberhasilan Mengendalikan Pendemi Berbuah Peningkatan Konsumsi Dan Investasi

Marketnews.id Membaiknya indikator makro ekonomi seperti penurunan current account deficit, stabilnya kurs rupiah dan meningkatkan nya cadangan devisa jadi modal kepercayaan terhadap Indonesia. Konsumsi mulai meningkat dan ada penambahan investasi serta peningkatan modal kerja yang membuat ekonomi terus bergerak positif.

Ekonom senior, Raden Pardede menilai bahwa perbaikan kondisi eksternal Indonesia yang dibarengi kemampuan pemerintah dalam mengendalikan kondisi pandemi Covid-19 telah memicu terciptanya tren kenaikan tingkat konsumsi dan investasi.


“Kalau kita melihat kondisi sekarang ini, keadaan Indonesia sudah jauh lebih baik. Pemerintah bisa mengendalikan kondisi pandemi. Bahkan, WHO dan seluruh dunia menyatakan oke, bahwa memang Indonesia bisa mengendalikan,” ujar Raden dalam acara Indonesia Knowledge Forum X 2021 bertajuk Towards Business Rebound: Accelerate Economic Recovery through Knowledge, Kamis, 7 Oktober 2021.


Menurutnya, keberhasilan pemerintah dalam penanganan situasi pandemi tersebut akhirnya diikuti pula dengan perbaikan kondisi eksternal Indonesia yang tercermin dari penurunan  current account deficit , stabilitas rupiah terhadap mata uang asing dan peningkatan cadangan devisa.


“Kedua situasi itulah yang menyebabkan kepercayaan mulai muncul terhadap Indonesia dan menyebabkan orang lebih berani melakukan kegiatan, termasuk belanja. Kalau konsumsi rumah tangga meningkat terus, maka akan ada penambahan ekspansi investasi dan peningkatan modal kerja perusahaan,” papar Raden.


Dengan demikian, Raden memperkirakan, tingkat pertumbuhan ekonomi di 2022 akan jauh lebih tinggi dibanding realisasi di 2021. “Di 2022, jelas kelihatannya akan lebih baik dari 2021. Pada kuartal keempat tahun ini sejumlah indikator ekonomi makro kita akan lebih positif, demikian pula dengan pertumbuhan ekonomi kita,” tuturnya.


Pada Kuartal II-2021, kata Pardede, sejumlah indikator ekonomi nasional mulai mengalami  rebound  menuju tren pemulihan, meskipun di kuartal ketiga diperkirakan mengalami perlambatan akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat ( PPKM Darurat) atau PPKM Level 4.


Oleh karena itu, sikap yang perlu diambil masyarakat dalam merespons kondisi ekonomi terkini tersebut adalah realistis dan optimistis terhadap pemulihan ekonomi nasional. “Ada sisi positif dari kondisi pandemi ini, yaitu kita terus mencari solusi terhadap persoalan itu dan teknologi komunikasi yang baru mulai muncul,” imbuhnya.


Ke depannya, Raden berpendapat, akan ada perubahan-perubahan struktural pada seluruh aspek kehidupan, seiring dengan upaya mengakselerasi perubahan di sektor teknologi informasi maupun sektor kesehatan. “Pandemi akan datang dan pergi, tetapi peradaban manusia akan tetap bertahan. Kita harus bisa adaptif terhadap perubahan,” ucap Raden.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *