Home / Korporasi / BUMN / PT Miratel , Anak Usaha PT Telkom Indonesia Siap IPO

PT Miratel , Anak Usaha PT Telkom Indonesia Siap IPO

Marketnews.id Setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan go Public atau IPO selalu jadi perhatian investor di pasar modal. Lazimnya, Perusahaan BUMN bila IPO selalu laris sahamnya diburu oleh investor. Padahal, tidak semua BUMN yang telah IPO selalu memberi keuntungan buat Investor. Beberapa BUMN setelah IPO mengalami kerugian seperti yang terjadi di PT Krakatau Steel dan PT Garuda Indonesia. Dalam waktu dekat, PT Dayamitra Telekomunikasi atau Miratel akan IPO dan meramaikan pasar Infrastruktur telekomunikasi termasuk menara di dalamnya. Lariskah saham ini saat ditawarkan ke publik.

Kementerian BUMN memastikan bahwa dalam waktu dekat anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM),PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel siap untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO).

PT Mitratel dinilai punya kapasitas dan kemampuan yang mumpuni serta memiliki prospek yang sangat baik di masa mendatang.
Staf Khusus Menteri BUMN , Arya Sinulingga, menegaskan Mitratel memiliki kapasitas dan kemampuan yang cukup untuk bisa bersaing di pasar modal.

Menurutnya jaringan infrastruktur yang dimiliki Mitratel mampu bersaing dibandingkan dengan penyedia layanan lainnya, karena didukung oleh infrastruktur  fiber optic  yang tidak dimiliki oleh penyedia jasa lainnya.
“Dengan aset dan  service  yang dimiliki Mitratel, serta punya kelebihan karena di- support  oleh infrastruktur  fiber optic. Towernya kuat tak hanya sekedar radio,” kata Arya dalam bincang-bincang sore bersama media secara virtual, Selasa, 5 Oktober 2021.


Selain Mitratel,ada juga anak usaha BUMN lain yang siap untuk IPO dalam waktu dekat, yaitu anak usaha PT Pertamina (Persero). Namun untuk kepastiannya masih menunggu proses lebih lanjut.


“IPO anak usaha PT Pertamina,masih menunggu. Yang pasti yang paling dekat adalah Mitratel. Kita tahu Mitratel perusahaan pemilik tower terbesar dan ini akan jadi bintangnya perusahaan tower di Indonesia,” ujarnya.

Memang tidak mudah untuk menetapkan kapan waktu yang tepat untuk menjual saham di lantai bursa. Banyak faktor yang mesti di hitung oleh calon emiten kapan waktu yang tepat masuk bursa. Mulai dari pemasaran sebelum penawaran dalam menjajaki calon pembeli dalam jumlah besar hingga mencermati kondisi pasar modal itu sendiri baik dari sisi teknikal maupun sentimen pasar yang sedang terjadi.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *