Home / Market & Update / DBS Group Research Proyeksikan Rupiah Stabil Di Rp14 Ribu Sampai Dengan Rp15 Ribu Hingga 2022

DBS Group Research Proyeksikan Rupiah Stabil Di Rp14 Ribu Sampai Dengan Rp15 Ribu Hingga 2022

Marketnews.id Nilai tukar rupiah telah berhasil melewati berbagai gejolak sejak tekanan akibat perang dagang Amerika dan China pada 2018. Kurs rupiah juga dinilai stabil menghadapi berbagai gejolak pasar keuangan karena pendemi Covid-19. Dengan dasar tersebut, DBS Group Research memperkirakan rupiah akan stabil antara Rp14..000 hingga Rp 15.000. per dolar Amerika hingga 2022 mendatang.

DBS Group Research memperkirakan kurs mata uang Indonesia, rupiah, akan stabil antara Rp14.000 dan Rp15.000 per dolar AS hingga 2022, dengan melihat ketahanan eksternal yang meningkat di tengah tantangan dari gejolak pengetatan pembelian aset (tapering) oleh Federal Reserve yang dikenal dengan istilah tapertantrum.


Ekonom Senior DBS Group Research Radhika Rao dalam kajiannya dikutip di Jakarta, Jumat, 24 September 2021 mengatakan, nilai tukar rupiah telah berhasil melewati berbagai gejolak sejak tekanan akibat perang dagang AS-China pada 2018.


Kurs rupiah juga disebut tetap stabil menghadapi gejolak pasar keuangan karena pandemi COVID-19, dan sinyalemen dari kebijakan Bank Sentral AS The Fed yang cenderung “keras” sejak Juni 2021.


“Kami memperkirakan rupiah akan stabil antara Rp14.000 dan Rp15.000 per dolar AS hingga 2022,” ujar Radhika.
DBS menyebut Indonesia saat ini tidak identik dengan ketidakseimbangan makro-ekonomi. Kondisi itu berbeda dengan Indonesia saat menghadapi taper tantrum atau pengurangan alokasi pembelian obligasi oleh The Fed, pada 2013.


“Berbeda dengan episode taper tantrum 2013, Rupiah tidak dirugikan oleh ketidakseimbangan makro ekonomi saat ini,” tulis DBS dalam poin ringkasan kajiannya.


Grup ekonom dari bank asal Singapura itu menyebutkan beberapa indikator makro ekonomi seperti inflasi inti yang berada di bawah target resmi Bank Indonesia 2-4 persen, dan defisit transaksi berjalan Indonesia saat ini yang tidak seburuk pada 2013.


“Lembaga pemeringkat (rating agency) menaruh perhatian pada komitmen pemerintah untuk melakukan konsolidasi fiskal pasca-skema berbagi beban fiskal untuk memerangi pandemi,” ujar DBS.

Check Also

Task Force Energy, Sustainability & Climate B 20 Gerak Cepat Sukseskan G20

Marketnews.id Dalam rangka memperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), The Business 20 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *