MarketNews.id- Indonesia Creative Cities Network (ICCN), kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif daerah melalui Kelas AJAR bertajuk “Dari KaTa Menuju Kota Kreatif, ICCN Bisa Apa?”.
Kegiatan yang digelar secara daring ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas strategi, tantangan, hingga peluang pengembangan kabupaten dan kota kreatif di Indonesia pada Minggu 21 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menegaskan pentingnya membangun kolaborasi antar daerah yang memiliki potensi ekonomi kreatif agar dapat tumbuh bersama dalam satu jejaring nasional.
“ICCN hadir untuk menyatukan kabupaten dan kota yang memiliki potensi kreatif di daerahnya masing-masing. Melalui jejaring ini, kita ingin mendorong daerah untuk saling belajar, berkolaborasi, dan berkembang bersama sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Fiki Satari.
Pada sesi pertama, Ketua Tim Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Safrida Fatmawati memaparkan materi mengenai pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia serta Program Pemetaan Potensi Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).
Ia menjelaskan bahwa pemetaan menjadi langkah awal yang penting untuk memahami kondisi dan potensi ekonomi kreatif di setiap daerah.
“PMK3I menjadi instrumen untuk mengidentifikasi kekuatan, peluang, dan tantangan ekonomi kreatif di daerah. Hasil pemetaan ini dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan ekonomi kreatif yang tepat sasaran,” jelas Safrida.
Pemateri kedua, perwakilan Cimahi Animation Society, Robby Ul Pratama, membahas berbagai tantangan yang kerap dihadapi daerah dalam membangun ekosistem kabupaten dan kota kreatif.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota kreatif tidak hanya bergantung pada potensi yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.
“Tantangan terbesar bukan hanya menemukan potensi kreatif daerah, tetapi bagaimana membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan media agar potensi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Robby.
Selanjutnya, Focal Point Malang City of Media Art, Amar Alphabet menjelaskan titik fokus dan tahapan pengembangan kabupaten/kota kreatif. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang terstruktur agar proses pengembangan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Pengembangan kabupaten dan kota kreatif membutuhkan tahapan yang jelas, mulai dari identifikasi potensi, penguatan ekosistem, pengembangan program, hingga perluasan jejaring dan kolaborasi. Setiap tahap harus dilakukan secara konsisten agar menghasilkan dampak yang nyata,” katanya.
Sementara itu, Komite Eksekutif ICCN, Dwinta Larasati mengulas keterkaitan ekonomi kreatif dengan konsep kota kreatif, jejaring kota kreatif global, serta implementasi New Urban Agenda dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Ekonomi kreatif bukanlah sektor yang terpisah dari pembangunan. Justru ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menciptakan pembangunan yang inklusif, memperkuat identitas daerah, serta membuka peluang bagi kota dan kabupaten untuk terhubung dengan jejaring kreatif dunia,” tutur Dwinta.
Melalui kegiatan ini, ICCN kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Selain mendampingi implementasi Program KaTa Kreatif, ICCN juga membuka ruang belajar, kolaborasi, dan networking bagi seluruh pemangku kepentingan yang ingin mendorong daerahnya menuju kabupaten dan kota kreatif yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Deputi Kemitraan Strategis, Penjanamaan dan Ekraf, Dadik Wahyu Chang, mengatakan bahwa Program Pendampingan Kota dan Kabupaten Kreatif melalui 11 layanan utama Catha Ekadasa dirancang untuk membantu daerah mengidentifikasi potensi unggulan, memperkuat ekosistem kreatif, serta memperluas jejaring hingga tingkat nasional dan internasional.
“Melalui pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, kami optimistis kabupaten dan kota di Indonesia dapat bertransformasi menjadi daerah yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan,” ujar Dadik.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mengajak pemerintah daerah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, media, dan mitra pembangunan untuk bersama-sama membangun ekosistem kreatif yang kuat. Mari berlayar bersama ICCN dan membawa kreativitas daerah menuju panggung kreatif nasional maupun dunia,” tutupnya.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal