Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Jadi Emiten Ke 21 Dicatatkan Di BEI Hari Ini

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Jadi Emiten Ke 21 Dicatatkan Di BEI Hari Ini

Marketnews.id Hari ini Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan dan memperdagangkan untuk pertama kali saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebagai emiten ke 21 tahun ini. Jumlah saham yang ditawarkan juga jumbo sebanyak 3.725.250.000 lembar saham dengan harga perdana Rp750 per saham. Dari hasil penjualan saham ini, emiten yang bergerak dalam bidang pertambangan mineral tersebut meraih dana sebesar Rp 2,79 triliun.

Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (28/6), harga saham PT Archi Infonesia Tbk (ARCI) yang dicatatkan di Papan Utama langsung bergerak menguat 5,3 persen ke level Rp790 dan berlanjut ke posisi Rp840 per saham.


Saham ARCI yang ditawarkan Rp750 per lembar tersebut langsung menguat ke level Rp790 per lembar, dengan volume transaksi sebanyak 615.612 lot. Sehingga, nilai transaksi di awal perdagangan hari ini tercatat senilai Rp48,63 miliar.


Harga saham yang bergerak likuid di sesi awal perdagangan, sempat menyentuh level Rp845 atau menguat sebesar 12,7 persen, dengan volume transaksi sebanyak 752.354 lot. Meski akhirnya harga ARCI kembali bermain di bawah level Rp800 per saham.


Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), emiten ke-21 di 2021 ini menawarkan saham kepada publik sebanyak 3.725.250.000 lembar bernilai nominal Rp10 per saham atau setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.


Maka, pada aksi korporasi ini perusahaan holding bidang pertambangan mineral tersebut mampu meraup dana masyarakat sebanyak Rp2,79 triliun. Pada pelaksanaan IPO, manajemen ARCI menunjuk lima penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT BNI Sekuritas, PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.


Berdasarkan hasil dari penawaran saham ARCI selama masa bookbuilding dan offering period melalui sistem e-IPO, saham ARCI mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) untuk penjatahan terpusat. Dengan adanya peraturan penjatahan yang baru (clawback) dari sistem e-IPO, perseroan mengalokasikan porsi Penjatahan Terpusat untuk investor ritel yang lebih tinggi dan mengurangi porsi Penjatahan Pasti untuk investor institusi.


Rencananya, sebesar 95 persen dari dana hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk pembayaran sebagian pokok utang bank, sedangkan sisanya akan dimanfaatkan untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja perseroan, serta entitas anak usahanya, yakni PT Meares Soputan Mining (MSM) dan/atau PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).


“Melalui anak perusahaan Archi, MSM dan TTN, Archi memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman dan rekam jejak operasional yang baik dan terus berkembang di Tambang Emas Toka Tindung, Sulawesi Utara,” kata Wakil Direktur Utama ARCI, Rudy Suhendra.


Per akhir Desember 2020, Tambang Emas Toka Tindung memiliki cadangan bijih emas (bersertifikasi JORC ) sebanyak 3,9 juta ons atau setara dengan 121 ton) dan mampu memproduksi lebih dari 200 kilo ons emas per tahun sejak 2016, serta mencatatkan rekor produksi tertinggi mencapai 270 kilo ons.


Pada 2020, ARCI mencatatkan total pendapatan senilai USD393,3 juta. Sebesar 98 persen dari total pendapatan dihasilkan dari penjualan bijih emas dan sisanya dari penjualan produk emas batangan. Adapun laba bersih ARCI di 2020 tercatat senilai USD123,3 juta.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *