Home / Otoritas / Bank Indonesia / Apindo : Sektor Otomotif, Properti Dan Makanan Minimum Sudah Bergerak Positif

Apindo : Sektor Otomotif, Properti Dan Makanan Minimum Sudah Bergerak Positif

Marketnews.id Menggeliatnya perekonomian pada kuartal pertama tahun ini, sudah mulai tampak dibeberapa sektor usaha utamanya pada sektor yang mendapat stimulus dari Pemerintah. Bahkan, Menkoperekonomian semakin yakin pada kuartal kedua tahun ini ekonomi nasional akan tumbuh 7 persen.

Pelaku usaha menyebutkan, kenaikan kinerja sektor riil pada musim Lebaran tahun ini tetap terbatas meski situasi tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan pergerakan positif setidaknya telah terjadi pada sektor otomotif dan properti seiring dengan disalurkannya stimulus berupa insentif pajak. Kinerja yang membaik juga terlihat pada sektor makanan dan minuman akibat konsumsi meningkatnya konsumsi pada kuartal kedua.

“Namun, untuk pariwisata memang masih sulit. Pada musim Lebaran, bahkan okupansinya sebagian besar hanya satu digit. Tempat wisata juga dibatasi operasionalnya,” kata Hariyadi, Minggu (16/5/2021).


Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan okupansi kamar dan hotel berbintang berada di level 12,57 persen dan 14,45 persen pada April dan Mei tahun lalu. Momen tersebut bersamaan dengan Ramadan dan Idulfitri ketika pemerintah melarang aktivitas mudik.

Meski sektor pariwisata masih menghadapi tekanan pandemi, Hariyadi menilai kondisi ini tak langsung berimbas ke sektor transportasi. Dia memperkirakan transportasi masih bisa mengandalkan aktivitas perdagangan, terutama untuk ekspor melalui jalur udara.

“Yang mulai membaik saya kira ekspor, terutama produk perikanan yang menggunakan jasa kargo pesawat. Meski penumpang terbatas, maskapai bisa mengandalkan layanan ini,” lanjutnya.

Melihat beragamnya situasi sektor usaha pada momen Ramadan dan Lebaran, Hariyadi juga mengatakan bahwa omzet yang didulang pengusaha akan bervariasi. Meski tidak bisa menjelaskan seberapa besar kenaikan yang dicapai saat festive season, Hariyadi mengharapkan kinerja sektor riil setelah Lebaran bisa melanjutkan tren perbaikan kinerja.

“Saya harap kita bisa seperti Inggris, makin banyak penduduk yang divaksin bisa diikuti dengan penurunan kasus. Saya kira pemerintah sudah on the right track dan tentunya kedisiplinan masyarakat ke depan menjadi kunci,” katanya.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *