Home / Corporate Action / Pemerintah Siapkan Insentif Baru Buat Sektor Usaha Terpapar Pendemi

Pemerintah Siapkan Insentif Baru Buat Sektor Usaha Terpapar Pendemi

Marketnews.id Tidak sedikit kebijakan Pemerintah dalam menanggulangi pendemi Covid-19 berbenturan dengan sektor usaha tertentu khususnya ritel. Untuk mengatasi atau membantu sektor usaha terpapar, pemerintah menyiapkan insentif berupa restrukturisasi kredit hingga keringan pajak. Apalagi insentif baru yang bakal dikeluarkan dalam waktu dekat ini.

Pemerintah bakal kembali menggelontorkan insentif untuk sektor usaha yang terdampak Covid-19 dan larangan mudik. Fasilitas berupa tambahan modal kerja dan restrukturisasi kredit selama 3 tahun ke depan disiapkan.

“Pemerintah sudah mengeluarkan melalui PMK insentif untuk penambahan modal kerja bagi perusahaan-perusahaan yang terkena dampak pandemi, terutama di sektor ritel, hotel, restoran dan kafe di mana akan dapat tambahan fasilitas modal kerja dan bisa restrukturisasi untuk tiga tahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Jumat (23/4/2021).

Airlangga mengatakan, usaha di sektor-sektor tersebut dapat mulai membicarakan insentif tersebut dengan perbankan. Dia juga mengatakan pemerintah akan mengawasi realisasi insentif.


“Usaha sektor terkait bisa bicara dengan perbankan masing-masing. Himbara maupun perbanas sudah dikomunikasikan dan kita akan monitor satu per satu untuk pengajuan restrukturisasi tersebut,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengkaji kemungkinan diterbitkannya kebijakan relaksasi pajak untuk industri ritel dan pelaku pasar barang konsumsi sebagaimana telah digulirkan kepada sektor otomotif dan properti.

Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan peniadaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil dan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah untuk properti.

“Ada usulan dari industri ritel maupun industri pengelola pusat perbelanjaan, pemerintah sedang menyiapkan kegiatan-kegiatan yang sejalan dengan yang diberikan kepada industri otomotif maupun properti. Ini sedang dikaji lebih dalam dan dalam waktu singkat akan diumumkan,” kata dia.

Check Also

Kontrak Baru PT PP (Persero) Tbk Hingga Mei Capai Rp 6,7 Triliun

Marketnews.is Buat perusahaan kontruksi, kontrak baru merupakan prioritas yang harus dikejar agar perusahaan terus mendapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *