Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Selama Sepekan Perdagangan, Transaksi Harian Menurun.

Selama Sepekan Perdagangan, Transaksi Harian Menurun.

Marketnews.id Hampir seluruh indikator perdagangan saham mengalami penurunan sepanjang pekan lalu. Penurunan ini masih melanjutkan penurunan pekan sebelumnya. Akankah pekan depan pasar kembali bergairah.

Selama sepekan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau periode 8-12 Maret 2021, rata-rata nilai transaksi harian kembali mengalami penurunan hingga 15,94 persen menjadi Rp11,95 triliun, padahal sepekan sebelumnya mencapai Rp14,22 triliun per hari.


Berdasarkan data perdagangan BEI yang dikutip di Jakarta, Minggu (14/3), penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian sebesar 18,6 persen menjadi 17,92 miliar saham dari 22,02 miliar saham per hari pada pekan sebelumnya.


Sementara itu, rata-rata frekuensi harian tercatat menyusut 14,11 persen menjadi 1,21 juta kali dari sepekan sebelumnya sebanyak 1,41 juta kali per hari.


Pada perdagangan Jumat (12/3), investor melanjutkan aksi jual bersih Rp456,76 miliar, namun untuk sepanjang tahun ini masih mencatatkan beli bersih senilai Rp12,8 triliun.


Selama sepekan perdagangan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tercatat meningkat 1,59 persen ke level 6.358 dari posisi 6.258 pada penutupan pekan sebelumnya.


Nilai kapitalisasi pasar selama sepekan terakhir mengalami peningkatan 1,17 persen menjadi Rp7.438,52 triliun dari Rp7.352,21 triliun pada pekan sebelumnya.


Selama sepekan, BEI menerima dua perusahaan yang melakukan pencatatan perdana saham, yakni PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) dan PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS). Selain itu, BEI juga menerima pencatatan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II-2021 yang diterbitkan PT Pupuk Indonesia (Persero) senilai Rp750 miliar.


Dengan demikian, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang 2021 sebanyak 14 emisi dari 12 emiten senilai Rp14,6 triliun. Maka, saat ini total emisi obligasi dan sukuk berjumlah 475 emisi, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp428,89 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan 130 emiten.


Adapun jumlah Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI sebanyak 140 seri, dengan nilai nominal Rp4.086,89 triliun dan USD400 juta. Sedangkan Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sebelas emisi senilai Rp7,25 triliun.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *