Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Yellooo Integra Datanet Tbk Siap Rights Issue 1,99 Miliar Saham

PT Yellooo Integra Datanet Tbk Siap Rights Issue 1,99 Miliar Saham

Marketnews.id Dalam beberapa hari ke depan, PT Yellooo Integra Datanet Tbk (YELO) akan mengelar Rapat Umum Pemegang Saham guna meminta persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan rightissue. Dana hasil penawaran terbatas ini akan digunakan untuk memgambil alih saham PT Abadi Harapan Unggul dan sisanya untuk memperkuat permodalan.

Emiten jasa alat teknologi komunikasi PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (YELO) atau Passpod berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (26/2/2021), YELO menyebutkan pihaknya akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.991.438.928 atau 1,99 milir saham dalam HMETD dengan nilai nominal Rp50. Jumlah itu setara 262 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

“Dalam PMTHMETD ini, perseroan memeroleh komitmen sesuai perjanjian pendahuluan,” papar manajemen YELO.


Pertama, PT Artalindo Semesta Nusantara (ASN) akan mengambil bagian sebesar 1,39 miliar saham. Kedua, Roby Tan akan bertindak sebagai pembeli saham siaga dari sisa saham yang tidak siambil masyarakat. Robby juga dikenal sebagai pendiri PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (KIOS).

Saat ini, susunan pemegang saham YELO ialah PT Agung Inovasi Teknologi Indonesia 42,06 persen, PT Prima Jaringan Distribusi 17,33 persen, dan masyarakat 40,61 persen. Setelah PMTHMETD, ada dua skenario yang dapat terjadi.

Pertama, jika masyarakat mengambil bagian HMETD, maka sususan pemegang saham YELO menjadi PT Agung Inovasi Teknologi Indonesia 11,62 persen, PT Prima Jaringan Distribusi 4,79 persen, masyarakat 33,08 persen, dan Artalindo 50,52 persen. Dilusi saham yang tidak melaksanakan haknya mencapai 72,38 persen.


Kedua, jika masyarakat tidak mengambil bagian HMETD, maka sususan pemegang saham YELO menjadi PT Agung Inovasi Teknologi Indonesia 11,8 persen, PT Prima Jaringan Distribusi 4,86 persen, masyarakat 11,39 persen, Artalindo 51,29 persen, dan Roby Tan 20,66 persen. Dilusi saham yang tidak melaksanakan haknya mencapai 71,95 persen.

YELO akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta izin rights issue pada 30 Maret 2021. Dengan demikian, pelaksanaan PMHMETD paling lambat 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB.

Dana hasil rights issu YELO akan digunakan untuk pengambilalihan saham PT Abadi Harapan Unggul (AHU) sebesar 97,99 persen dengan nilai Rp101,127 miliar, dan sisanya untuk modal kerja.

Pada penutupan perdagangan Jumat (26/2/2021), saham YELO naik 1 poin menjadi Rp122. Dalam sepekan 22-26 Februari 2021, saham YELO melompat 144 persen dan menjadi top gainers.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *