Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Pieter Tanuri Beli Lagi Saham PT Bali United Hingga Rp 100 Miliar Lebih

Pieter Tanuri Beli Lagi Saham PT Bali United Hingga Rp 100 Miliar Lebih

Marketnews.id Perlahan tapi pasti. Kepemilikan saham Pieter Tanuri di PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) terus bertambah. Aksi borong saham terakhir terjadi pada 16 Pebruari lalu dengan membeli tambahan 304,18 juta lembar saham.

Total kepemilikan Pieter di BOLA kini sebesar 31,88 persen. Pieter dikenal sebagai salah satu pelaku pasar modal yang berpengaruh sejak memimpin perusahaan sekuritas PT Trimegah Sekuritas. Pieter dikenal “bertangan dingin” saham yang dipegang olehnya selalu menghasilkan keuntungan.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Pieter Tanuri membeli tambahan 304.187.300 atau 304,18 juta saham baru emiten berkode saham BOLA itu.

Transaksi itu dilakukan 3 kali pada periode 11-16 Februari 2021. Pada 11 Februari, Pieter membeli 2,45 juta saham dengan harga Rp269,95, sehingga total transaksi mencapai Rp661,458 juta.


Selanjutnya, Pieter membeli 1,08 juta saham BOLA dengan harga Rp278,32 per saham pada 15 Februari 2021, sehingga transaksi mencapai Rp301,53 juta.

Terakhir sekaligus terbesar, Pieter memborong saham BOLA sebanyak 300,65 juta dengan harga Rp329,93 per saham dengan total transaksi Rp99,194 miliar pada 16 Februari 2021. Dengan demikian, total tiga transaksi pembelian saham tersebut mencapai Rp100,16 miliar.

Status kepemilikan saham ialah langsung. Kepemilikan Pieter Tanuri di BOLA pun meningkat dari 1.608.406.620 saham atau 26,8 persen menjadi 1.912.586.020 atau 31,88 persen dari total keseluruhan saham BOLA.


Adapun, pada penutupan perdagangan Jumat (19/2/2021) saham BOLA parkir di level Rp294 per saham, anjlok 5,77 persen atau 18 poin. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp1,87 triliun. Dengan turunnya harga saham BOLA, bisa jadi waktu yang tepat buat Pieter untuk menambah kepemilikan sahamnya di BOLA. Akan dibawa kemanakah BOLA oleh Pieter apalagi musim kompetisi sudah mulai ada lampu hijau untuk digelar kembali setelah vakum panjang semasa pendemi ini.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *