Home / Otoritas / Bank Indonesia / Vaksinasi Butuh Waktu, Pertumbuhan Ekonomi Global Diperkirakan Tertahan

Vaksinasi Butuh Waktu, Pertumbuhan Ekonomi Global Diperkirakan Tertahan

Marketnews.id Vaksinasi Covid-19 memang sudah menjadi tumpuan harapan masyarakat dunia, agar kehidupan dapat berjalan normal kembali. Tapi harapan itu harus tertahan lantaran vaksinisasi memerlukan waktu apalagi buat Indonesia yang begitu banyak jumlah warganya dan begitu luas wilayahnya. Beberapa kendala seperti ketersedian vaksin juga menjadi dasar Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global menjadi empat persen di tahun 2021 ini.

Perekonomian global menghadapi awal 2021 yang lebih sulit dari perkirakan sebelumnya akibat lonjakan kasus Covid-19 dan masih perlunya waktu untuk melakukan vaksinasi.

Pertumbuhan ekonomi global yang masih dalam proses pemulihan dari resesi tahun lalu diprediksi akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali ke kondisi normal.

Sebagaimana diketahui, Bank Dunia atau World Bank telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 4 persen pada tahun ini.


Resesi double-dip pun diperkirakan akan terjadi di Jepang, kawasan Eropa, dan Inggris karena penerapan kembali pengetatan mobilitas untuk menahan penyebaran virus corona.

Sementara, hanya ekonomi China yang berhasil pulih dengan kurva berbentuk V, namun konsumen di negara itu pun masih tetap waspada karena sebagian daerah di Beijing ditutup.

“Itu adalah kenyataan pahit bahwa, sebelum vaksin disebar secara meluas, kembali ke keadaan normal adalah tidak mungkin,” kata Kepala Ekonom Bloomberg Economics Tom Orlik, yang dilansir melalui Bloomberg, Minggu (24/1/2021).


Sejalan dengan itu, prospek optimisme pasar semakin gelap pada awal 2021. Namun di sisi lain, pasar keuangan terus menguat karena optimisme stimulus pemerintah dan peluncuran vaksin akan mendorong pemulihan. Bahkan, saham global sempat mencapai level tertinggi sepanjang minggu lalu.

Pandangan optimis juga berasal dari ketentuan kebijakan moneter yang membawa harapan bahwa pemerintah tidak akan menarik kembali dukungan mereka dalam waktu dekat.

Penguncian dan pembatasan pada mobilitas pada tahun ini juga dinilai tidak akan memberikan dampak yang merugikan terhadap ekonomi dibandingkan dengan tahun lalu karena konsumen dan dunia usaha telah menemukan cara untuk beradaptasi.

“Kuartal pertama akan lebih buruk dari yang kami perkirakan, tapi kami melihat pemulihan yang tertunda, bukan tergelincir,” kata Kepala Ekonom S&P Global Ratings Asia Pasifik di Singapura.

Check Also

Task Force Energy, Sustainability & Climate B 20 Gerak Cepat Sukseskan G20

Marketnews.id Dalam rangka memperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), The Business 20 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *