Home / Korporasi / BUMN / PT Bukit Asam Tbk Siap Ekspor Karbon Aktif Ke Australia 12 Ribu Ton Per Tahun

PT Bukit Asam Tbk Siap Ekspor Karbon Aktif Ke Australia 12 Ribu Ton Per Tahun

Marketnews.id Pengembangan usaha mutlak diperlukan agar bisnis terus berkembang. PT Bukit Asam Tbk dalam beberapa tahun ke depan akan mampu memproduksi karbon aktif hasil dari hilirisasi.

Seperti diketahui, batubara diolah dan mengalami proses aktivasi sehingga menjadi material yang didalamnya terdapat banyak pori pori untuk menyerap zat lain disekitarnya. Karbon aktif dapat dimanfaatkan untuk proses penjernihan dan pemurnian air, gas dan udara, filter industri makanan, penghilang warna untuk industri gula dan MSG.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengaku, perseroan akan menjual karbon aktif dari bahan baku batubara sebanyak 12 ribu ton per tahun kepada perusahaan pemasok karbon aktif asal Australia, Activated Carbon Technologies Pty Ltd (ACT).


Menurut Direktur PTBA, Fuad IZ Fachroeddin dalam keterbukaan informasi perseroan yang dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (5/1) malam, rencana penjualan karbon aktif tersebut setelah PTBA dan ACT menyepakati Head of Agreement (HoA) pada 22 Desember 2020.


Fuad mengatakan, nantinya PTBA akan memproduksi karbon aktif dan ACT bertindak sebagai offtaker hasil produksi yang akan dilakukan di Tanjungenim, Sumatra Selatan. Sedangkan, terkait kualitas produk dan term komersial lainnya akan disepakati lebih lanjut dalam bentuk perjanjian jual-beli.


Lebih lanjut Fuad menyampaikan, PTBA berencana membangun pabrik di Kawasan Industri Tanjung Enim (BACBIE) untuk memproduksi karbon aktif sebanyak 12 ribu ton per tahun, dengan mengolah sebanyak 60 ribu ton batubara per tahun.


Dia mengungkapkan, persiapan Front End Engeneering Design ( FEED ) untuk pabrik akan dimulai pada 2021. “Ini kembali menjadi milestone bagi PTBA dengan adanya penandatanganan HoA bersama ACT yang akan menjadi offtaker 12 ribu ton karbon aktif per tahun. Diharapkan pada 2023, realisasi pengapalan pertama karbon aktif dari Tanjung Enim ke pelabuhan di Australia dapat terwujud,” paparnya.


Fuad menambahkan, karbon aktif merupakan salah satu upaya hilirisasi, karena batubara diolah dan mengalami proses aktivasi, sehingga menjadi material yang di dalamnya terdapat banyak pori-pori untuk menyerap zat lain di sekitarnya.


Sebagaimana diketahui, karbon aktif bisa dimanfaatkan untuk proses penjernihan dan pemurnian air, pemurnian gas dan udara, filter industri makanan, penghilang warna untuk industri gula dan MSG, hingga pemanfaatan di bidang farmasi sebagai penetral limbah obat-obatan.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *