Home / Korporasi / BUMN / Wika Gedung Incar Proyek Ibu Kota Baru Senilai Rp10,2 Triliun

Wika Gedung Incar Proyek Ibu Kota Baru Senilai Rp10,2 Triliun

Marketnews.id Bisnis di sektor infrastruktur, tahun depan diperkirakan akan kembali berjalan normal seperti sebelum terjadi pendemi Covid-19. Optimisme Pemerintah akan melakukan vaksinisasi buat seluruh masyarakat di tahun depan jadi salah satu tolok ukur akan bergerak nya ekonomi nasional. Proyek pemerintah, merupakan salah satu sumber pendapatan buat dunia usaha. PT Wika Gedung, salah satu BUMN yang akan ikut memperebutkan proyek pembanguan gedung di ibu kota baru Kalimantan Timur yang nilainya mencapai sekitar Rp 51 triliun.

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), atau Wika Gedung menyatakan ketertarikannya untuk ikut terlibat dalam pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.

Direktur Utama Wika Gedung Nariman Prasetyo menjelaskan, pembangunan di ibu kota negara baru di Kalimantan Timur nantinya akan diikuti oleh seluruh emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi.

Meski saat ini proyek tersebut terhambat karena pandemi virus corona, pihak WEGE telah menyiapkan sejumlah rencana agar dapat meraih kontrak yang menjadi incaran.


Tim pemasaran di WEGE sejauh ini juga telah memetakan proyek-proyek dan bangunan potensial yang nantinya dibutuhkan di ibu kota negara baru tersebut.

“Kami selalu siap mencari peluang kontrak baru, apalagi jika pembangunan di ibu kota negara baru dilaksanakan nantinya. Ini menjadi kesempatan yang bagus untuk perusahaan,” jelasnya, Jumat (4/12/2020)

Nariman melanjutkan, dari anggaran pembangunan gedung di ibu kota baru senilai Rp51 triliun, WEGE memperkirakan dapat meraih 20 persen dari total tersebut. WEGE juga akan memfokuskan upaya tersebut pada proyek-proyek yang telah diprioritaskan. Adapun, 20 persen dari total proyek gedung Rp51 triliun tersebut berkisar Rp10,2 triliun.

“Yang paling utama adalah proyek tersebut akan menguntungkan bagi perusahaan,” katanya.

Sementara itu, hingga akhir November 2020, WEGE telah mengantongi nilai kontrak baru senilai Rp2,32 triliun. Nariman mengatakan, jumlah tersebut telah mencapai 68 persen dari target kontrak baru tahun 2020 sebesar Rp3,44 triliun.


Sektor konstruksi masih menjadi kontributor terbesar untuk kontrak baru perusahaan dengan perolehan Rp2,11 triliun dari target sektor Rp3,15 triliun. Kemudian, bidang industri menyumbangkan nilai kontrak baru sebesar Rp198,53 miliar dari target Rp266,72 miliar.

Selanjutnya, sektor konsesi menyumbangkan kontrak baru sebesar Rp17,85 miliar dari target yang ditentukan WEGE dari bidang ini senilai Rp20,07 miliar.

Sementara itu, berdasarkan segmen, sebanyak 71 persen dari kontrak baru yang didapat perusahaan merupakan pembangunan fasilitas publik, diikuti oleh perkantoran sebesar 21 persen, dan komersial serta hunian (residen) masing-masing 5 persen dan 3 persen.

Check Also

Astra Dukung 10th World Water Forum 2024

MarketNews.id Dalam kehidupan manusia, air merupakan sumber daya alam yang sangat bernilai karena manfaatnya yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *