Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Aliran Dana Asing Masuk Pasar Negara Berkembang Tercepat Sejak 2013

Aliran Dana Asing Masuk Pasar Negara Berkembang Tercepat Sejak 2013

Marketnews.id Masuk nya dana asing ke pasar modal suatu negara merupakan suatu kebanggaan buat negara tersebut. Paling tidak, pasar modal negara tersebut dinilai memiliki prospek menarik buat investasi. Pasar modal Indonesia salah satu pasar modal di negara berkembang yang sangat bergantung dari aktivitas investor asing. Kini, pasar modal Indonesia sudah meninggalkan ketergantungan terhadap investor asing, lebih tepatnya saat pendemi Covid-19 melanda dunia. Bisa dibilang, saat ini pasar modal Indonesia sudah tidak lagi bergantung pada aktivitas investor asing dalam bertransaksi. Meskipun begitu, dana asing masih tetap diperlukan sebagai salah satu indikator pasar modal Indonesia sebagai salah satu tempat investasi yang menguntungkan buat pemodal.

Arus masuk dana investor asing ke pasar  emerging market  (EM) pada kuartal ini mengalir deras, tercepat dalam tujuh tahun, mengimbangi rekor eksodus dari pasar saham dan obligasi EM pada awal krisis virus korona.


Dana asing diperkirakan akan terus mengalir ke aset-aset EM pada tahun 2021, dengan arus yang sangat besar menurut sejumlah analis. Akan tetapi beberapa analis lain memperingatkan bahwa prospek ekonomi tetap berat. Banyak pebisnis dan pemerintah yang harus berjuang untuk berinvestasi dengan pertumbuhan yang produktif.


Data Institute of International Finance (IIF) menunjukkan, lebih dari USD95 miliar dana meninggalkan pasar saham dan obligasi EM pada Maret lalu. Arus keluar berikutnya, menyedot dana hingga USD243 miliar dalam empat bulan pertama krisis pandemi Covid-19.


Namun setelahnya, menurut IIF, investor asing mulai mengalir masuk kembali, perlahan pada awalnya tetapi meningkat menjadi USD145 miliar pada bulan November saja. Selama sebulan terakhir, investor asing telah menginvestasikan hampir USD37 miliar dalam surat utang EM dan USD40 miliar dalam ekuitas.


Ekonom IIF, Jonathan Fortun Vargas mengatakan, kuartal IV tahun 2020 membukukan aliran masuk terkuat ke aset EM sejak kuartal pertama 2013, tepatnya sebelum “taper tantrum” yang menyebabkan aliran arus keluar dana asing, setelah Federal Reserve AS mengatakan sedang mempersiapkan untuk mengendalikan kebijakan moneternya yang sangat longgar.


“Secara keseluruhan, eksodus modal dari EM sekarang ini jelas sudah berlalu, dan arus masuk yang kuat tampaknya akan terus berlanjut,” ujar Vargas, seperti dikutip The Financial Times, Jumat (18/12).


Tahun ini, stimulus moneter agresif Fed dalam menanggapi pandemi telah melambungkan aset keuangan di seluruh dunia. Menurut IMF, The Fed dan bank sentral negara maju lainnya telah menyuntikkan sekitar USD7,5 triliun ke pasar keuangan global selama krisis.


Namun data IIF menunjukkan, ekuitas EM agak lambat mengejar dengan perubahan aliran dana asing yang berubah positif, baru dalam dua bulan terakhir. Sedangkan, pasar surat utang telah membukukan pemulihan yang lebih kuat, karena investor berlomba mengejar keuntungan merespon penerapan suku bunga di negara maju yang berada di rekor terendah.


Data dari EPFR , pemantau data yang berbasis di Boston yang melacak aliran ke reksadana dan reksadana bursa (ETF) yang diperdagangkan secara luas oleh investor ritel, menunjukkan kondisi serupa. Namun demikian, reksadana ekuitas dan reksadana obligasi mata uang lokal belum memperoleh kembali uang yang sebelumnya telah mengalir keluar.


Analis menunjukkan valuasi yang menarik untuk ekuitas EM, baik secara historis maupun relatif terhadap ekuitas pasar negara maju, dan dorongan prospek ekonomi dari kedatangan vaksin virus korona yang lebih awal dari perkiraan, selain kebijakan moneter yang mendukung di seluruh dunia.


“Pasar berkembang mulai unggul,” kata Christopher White, manajer investasi reksadana ekuitas di Somerset Capital Management. “Kami pikir ada alasan bagus untuk mempercayai bahwa kondisi ini akan berlanjut dan 2021 bisa menjadi tahun terobosan untuk EM,” ujarnya.


Jacob Grapengiesser,  partner  di East Capital mengatakan, China dan India menonjol dalam hal pertumbuhan ekonomi tahun depan. Sementara itu ekspektasi kebangkitan pariwisata akan sangat menguntungkan Turki, Yunani, Thailand dan Malaysia.


Grapengiesser menambahkan, kenaikan harga minyak akan berdampak positif bagi Rusia dan Brasil, yang berkinerja buruk secara drastis tahun ini. Sepanjang 2020 ini, pasar ekuitas kedua negara itu telah turun masing-masing 18 persen dan 21 persen, jauh dibandingkan dengan kenaikan lebih dari 14 persen untuk ekuitas EM secara keseluruhan dalam dolar, berdasarkan indeks MSCI .


Akan tetapi, analis lain memperingatkan bahwa reli yang dipicu oleh melimpahnya pasokan uang tunai yang mencari sarana investasi untuk berkembang biak, dan optimisme diakhirinya pandemi, bisa kehabisan tenaga.

“Reli ini didorong oleh pencarian imbal hasil,” kata Omotunde Lawal, kepala surat utang korporasi EM di Barings. “China sedang memulihkan diri dan investor mengekstrapolasinya ke negara EM lainnya. Ada banyak stimulus di luar sana dan EM adalah tempat alami untuk mendapatkan imbal hasil,” ungkapnya.


Namun, “tahun depan, kenyataan pasti akan menggigit,” Lawal menambahkan. “Orang akan memutarnya bahwa pertumbuhan akan lebih tinggi secara berurutan karena berasal dari basis yang rendah. Tapi kenyataannya tidak akan ada yang bisa kembali normal. “


RRahul Ghosh, wakil presiden senior di Moody’s mengatakan, dampak fiskal dari virus korona akan terasa selama beberapa tahun mendatang. Pendapatan pemerintah di EM turun setara dengan 2,1 persen dari output ekonomi tahun ini, lebih dari dua kali lipat penurunan di negara maju.


“Belanja modal tidak akan sesignifikan bauran fiskal seperti di masa lalu, sehingga kemampuan pemerintah untuk menghasilkan pertumbuhan akan terbatas,” katanya. (The Financial Times)

Check Also

Ini Mekanisme Terbaru Pemindahan Papan Pencatatan Di BEI

MarketNews.id Dalam rangka menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien serta seiring dengan adanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *