Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Hoesen: Industri Pasar Modal Akan Capai Hasil Positif Di Akhir 2020

Hoesen: Industri Pasar Modal Akan Capai Hasil Positif Di Akhir 2020

Marketnews.id Diantara sektor industri yang ada saat ini, industri pasar modal di yakini akan meraih hasil positif di tahun 2020 ini. Sementara sektor lainnya banyak yang mengalami penurunan bahkan kerugian yang signifikan akibat pendemi Covid-19. Mengapa industri pasar modal mampu bertahan di tengah pendemi ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini, industri pasar modal domestik akan mencatatkan kinerja yang lebih baik pada kuartal IV-2020, sehingga mampu membukukan hasil positif hingga akhir tahun ini yang masih dibayangi kondisi pandemi Covid-19.


Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, sejauh ini kinerja Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan indeks saham negara  peers  di lingkup Asia Tenggara, terutama terhadap Singapura, Filipina dan Thailand.


Dia mengatakan, saat ini OJK mengharapkan agar seluruh pelaku pasar tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan industri pasar modal Indonesia.


“Kami optimistis sampai akhir tahun ini pasar modal Indonesia akan lebih baik dan mencatatkan kinerja positif,” kata Hoesen dalam acara Capital Market Fun Day 2020, di Jakarta, Minggu (18/10).


Hoesen memgungkapkan, salah satu faktor yang membuat OJK optimistis terhadap kinerja pasar modal domestik ada pada laju IHSG yang berhasil rebound dari level terendah pada Maret 2020.

“Secara  year-to-date,  IHSG melemah 19 persen. Tetapi, IHSG mampu berbalik menguat dari level terendah 3.937 pada Maret 2020 ke 5.103 pada 16 Oktober 2020,” tutur Hoesen.


Lebih lanjut dia mengatakan, indikator lain yang membuat OJK meyakini industri pasar modal akan lebih baik adalah pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih mencatatkan kinerja lebih baik dibanding sebagian besar negara di dunia.


Hoesen menyebutkan, IMF memandang bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 akan terkontraksi ke level 1,5 persen. “Tetapi, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi kita untuk tahun 2021 bisa mencapai 6,1 persen. Hal ini juga yang membuat kami optimistis terhadap industri pasar modal kita,” paparnya.


Lebih jauh Hoesen menjelaskan, optimisme OJK tersebut akan terealisasi asalkan semua pihak bisa tetap produktif dan memperhatikan protokol kesehatan di tengah kondisi pandemi Covid-19.
“Presiden Joko Widodo juga menyampaikan bahwa kita harus tetap produktif dengan tetap memperhatikan kesehatan,” ujar Hoesen.

Check Also

Pembelian Suku Cadang Honda Motor Turun, Laba BOLT Anjlok 63 Persen

MarketNews.id PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), mengalami penurunan laba bersih sedalam 63,8 persen secara tahunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *