Home / Otoritas / Bank Indonesia / Chatib Basri : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Terlalu Optimistik

Chatib Basri : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Terlalu Optimistik

Marketnews.id Hampir semua lembaga internasional, mulai dari International Monetary Fund (IMF), World Bank dan Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 mendatang akan mencapai lebih dari Lima persen. Sementara Pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan akan mencapai lima persen tahun depan.

Optimisme ini, salah satunya di dasarkan pada rendahnya kontraksi yang dialami oleh Indonesia sepanjang tahun ini bila dibandingkan kontraksi yang terjadi di negara tetangga atau regional Asia. Lalu, bagaimana pendapat lembaga riset atau ekonom lokal soal proyeksi pertumbuhan Indonesia tahun depan.

Berbagai lembaga internasional, termasuk pemerintah, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan tumbuh pada kisaran 5 persen.

Asian Development Bank (ADB) misalnya, memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2021 tumbuh 5,3 persen. Prediksi International Monetary Fund (IMF) dan World Bank berada pada kisaran 6,1 dan 4,8 persen. Sementara itu, proyeksi pemerintah ditetapkan sebesar 5 persen.

Mantan Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Chatib Basri menilai sejumlah proyeksi tersebut terlalu optimistis, sementara ekonomi Indonesia masih menghadapi ketidakpastian yang tinggi.


Menurutnya, pengendalian dan penanganan pandemi Covid-19 akan sangat menentukan pemulihan ekonomi ke depan. Saat ini, aktivitas dunia usaha tidak dapat berjalan 100 persen seperti sebelum masa pandemi karena harus menerapkan protokol kesehatan, misalnya saja pada sektor penerbangan, restoran, dan sektor lainnya.

Hal ini menyebabkan kegiatan produksi, ekspansi usaha, hingga investasi masih tertahan. Dengan kapasitas usaha hanya 50 persen, perusahaan harus mengeluarkan biaya tetap atau fixed cost yang sama seperti sebelum pandemi.

“Dalam kondisi itu, perusahaan tidak berminat untuk melakukan investasi. Itu menjelaskan kenapa permintaan terhadap kredit tetap lemah. Dalam kondisi ini, sulit mengharapkan ekspansi produksi akan terjadi selama pandemi masih berlangsung,” katanya, Rabu (21/10/2020).


Menurut Chatib, kondisi ini pun masih akan berlangsung hingga 2021. Dengan pandemi yang masih berlangsung, kapasitas bisnis yang bisa beroperasi kemungkinan hanya 70 persen.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5 persen, artinya aktivitas ekonomi sudah harus beroperasi secara normal atau 100 persen. Namun, kondisi ini dinilai tidak memungkinkan karena dengan adanya vaksin pun, proses vaksinasi membutuhkan waktu yang lama.

“Aktivitas” ekonomi tidak akan beroperasi 100 persen selama pandemi Covid-19 masih ada. Angkanya akan di bawah 5 persen,” jelasnya.

Alhasil, dengan perhitungan Chatib, jika kegiatan bisnis hanya bisa beroperasi dengan kapasitas 70 persen, maka perekonomian Indonesia hanya bisa tumbuh pada kisaran 3,5 persen hingga 4 persen pada 2021, pungkasnya.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *