Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Satu Lagi Emiten Perdagangan Farmasi Masuk Bursa

Satu Lagi Emiten Perdagangan Farmasi Masuk Bursa

Marketnews.id Bisnis disektor kesehatan salah satu bisnis yang bertahan bahkan berjaya disaat pendemi Covid-19. Hampir seluruh emiten yabg bergerak di sektor kesehatan sepanjang tahun lalu dan Semester pertama tahun ini mampu bertahan bahkan mampu mendulang laba signifikan. PT Soho Global Health Tbk, hari ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi emiten ke 42.

Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (8/9), harga saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) langsung bergerak menuju titik autorejection atas atau menguat sebesar 24,7 persen ke level Rp2.270 per saham.


Harga saham SOHO bernilai nominal Rp500 per lembar yang ditawarkan Rp1.820 per saham tersebut langsung melonjak ke posisi Rp2.270 hanya dengan volume transaksi tercatat sebanyak lima lot. Sehingga pada awal Sesi I perdagangan Selasa (8/9), nilai transaksi emiten ke-42 yang sahamnya tercatat di BEI selama 2020 tersebut mencapai Rp1,14 juta.


Menurut Presiden Direktur dan Chief Executive Officer SOHO, Rogelio Paulino Jr La’ O (Cooey), pelaksanaan IPO merupakan langkah strategis bagi SOHO untuk memperkuat posisi pada sektor farmasi dan kesehatan di Indonesia. Maka, kata dia, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat bisnis distribusi yang merupakan aset strategis serta penggerak segmen-segmen bisnis lain di dalam SOHO.


“Kami sangat senang telah berhasil menyelesaikan IPO perseroan. Kami berkomitmen untuk mengambil langkah proaktif untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan menghadirkan lebih banyak produk dan layanan bagi pasien dan pelanggan,” kata Cooey saat seremoni pencatatan perdana saham SOHO di BEI Jakarta, Selasa (8/9).


Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan yang bergerak di bidang industri dan distribusi produk farmasi ini menunjuk PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Dengan pencatatan perdana saham ini, maka SOHO tercatat sebagai emiten ke-706 di BEI.


SOHO melepas saham ke publik sebanyak 114.380.700 lembar atau setara dengan 13,78 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dengan harga penawaran senilai Rp1.820 per saham, maka melalui IPO ini SOHO berhasil menggalang dana melalui pasar modal sebesar Rp208,17 miliar.


Seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya Emisi akan digunakan oleh anak usaha SOHO, PT Parit Padang Global (PPG) sebagai modal kerja dalam bisnis distribusi, seperti pembelian persediaan barang dagang. Penyaluran dana dari SOHO kepada PPG akan dilakukan dalam bentuk pinjaman dengan memperhatikan syarat dan ketentuan wajar yang berlaku di pasar.


Cooey menambahkan, SOHO telah mencatatkan pertumbuhan penjualan di atas 10 persen selama tiga tahun terakhir dan mencapai kenaikan 40,7 persen untuk penjualan selama enam bulan pertama di 2020. “Hal ini tidak terlepas dari kemampuan dan keandalan SOHO dalam mengeksekusi strategi bisnis dan menghadapi tantangan di lingkungan bisnis yang volatile dan berubah cepat,” tuturnya.


Dia mengaku, SOHO merupakan salah satu dari sedikit perusahaan nasional di Indonesia yang senantiasa mempertahankan standar tata kelola global. “Didorong oleh keandalan R&D dan pengertian yang mendalam mengenai industri kesehatan, kami terus menghadirkan inovasi untuk membawa produk baru ke pasar. Merek unggulan kami adalah Imboost,” ucap Cooey.


Lebih lanjut dia menyebutkan, Imboost merupakan salah satu contoh merek yang sukses, terutama dalam kategori daya tahan tubuh. Imboost adalah salah satu merek paling bernilai di industri farmasi dalam hal pendapatan dan telah bertumbuh rata-rata 25 persen per tahun selama tujuh tahun terakhir. “Pertengahan 2020, karena konsumen yang dilayani berada dalam kondisi waspada pandemi Covid-19, Imboost bertumbuh lebih dari 100 persen,” ungkapnya.


Pada kesempatan yang sama, Director & Head of Investment Banking IndoPremier, Rayendra L Tobing mengatakan, bersamaan dengan pelaksanaan IPO, SOHO juga akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan Management Incentive Program, konversi waran dan konversi convertible notes.
Sehingga, kata Rayendra, secara keseluruhan saham yang akan dikeluarkan SOHO sebanyak 553.290.122 saham. SOHO akan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp2,3 triliun.

Check Also

BPS : Kunjungan Wisatawan Mancanegara Negara Tembus 212,3 Ribu Di Mei 2022 Naik 1.382 Persen

Marketnews.id Jumlah Wisatawan mancanegara sepanjang bulan Mei 2022 tembus 212,3 ribu kunjungan. Dibebaskan nya tes …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *